Thursday, 26 June 2008

tugas filsafat

Kerapkali ilmu filsafat dipandang sebagai ilmu yang abstrak dan berada di awang-awang (= tidak mendarat) saja, padahal ilmu filsafat itu dekat dan berada dalam kehidupan kita sehari. Benar, filsafat bersifat tidak konkrit, karena menggunakan metode berpikir sebagai cara pergulatannya dengan realitas hidup kita.

Filsafat , philosophy, dalam bahasa Inggeris, atau philosophya dalam Yunani mempunyai arti cinta akan kebijaksanaan. Philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi. Dari pengertian tersebut filsafat sebenarnya amat dekat dengan realitas kehidupan kita. Untuk mengerti apa filsafat itu, orang perlu menggunakan akal budinya untuk merenungkan relaitas hidupnya, “apa itu hidup? Mengapa saya hidup? Akan kemana saya hidup? Tentunya pertanyaan tersebut sejatinya muncul alamiah bila akal budi kita dibiarkan bekerja. Persoalannya, apakah orang atau peminat filsafat sudah membiarkan akal budinya bekerja dengan baik memandang relaitas? Aristoteles menyebut manusia sebagai “binatang berpikir”.

Berbagai pengertian Filsafat

A. Sonny Keraf dan Mikhael Dua mengartikan ilmu filsafat sebagai ilmu tentag bertanya atau berpikir tentang segala sesuatu (apa saja dan bahkan tentang pemikiran itu sendiri) dari segala sudut pandang. Thinking about thinking. Beberapa filsuf mengajukan beberapa definifi pokok seperti:

Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas

Upaya untuk melukiskan hakekat realitas akhir dan dasar serta nyata,

Upaya untuk menentukan batas-batas jangkauan pengetahuan: sumbernya, hakekatnya, keabsahannya, dan nilainya.

Penyelidikan kritis atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan

Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda melihat apa yang ada katakan dan untuk mengatakan apa yang anda lihat.

Penulis sendiri mendefinisikan ilmu filsafat sebagai disiplin ilmu yang mencari dan menggeluti segara yang ada sehingga sampai pada suatu kebijaksanaan universal dengan mengunakan akal budi guna merumuskanya secara sistematis, metodis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akal budi pula.

Metode Filsafat

Metode filsafat adalah metode bertanya. Objek forma filsafat adalah ratio yang bertanya. Obyek materinya semua yang ada. Maka menjadi tugas filsafat mempersoalkan segala sesuatu yang ada sampai akhirnya menemukan kebijaksanaan universal.

Pembagian Bidang Ilmu Filsafat

A. Sonny Keraf membedakan ilmu filsafat menjadi 5 cabang besar: (1) metafisika atau ilmu tentang yang ada sebagai ada; (2) epistemologi atau filsafat ilmu pengetahuan; (3) etika atau filsafat moral yang berbicara mengenai baik-buruknya perilaku manusia; (4) logika berbicara mengenai cara berpikir lurus dan tepat; (5) estetika atau filsafat keindahan berbicara tentang seni.

Aristoteles memasukkan ke dalam bidang filsafat: logika, etika, estetika, psikologi, filsafat politik, fisika, dan metafisika. Pembagiannya terhadap bidang-bidang ilmu, mempunyai tiga bagian: ilmu-ilmu teoritis, ilmu-ilmu praktis, dan ilmu-ilmu produktif.

Christian Wolff membagi filsafat menjadi: logika, filsafat pertama, ontologi, teologi, kosmologi, psikologi rasional, etika, dan teori pengetahuan. Disiplin-disiplin ini dibagi menjadi tiga bagian: teoritir, praktis dan kriteriologis.

Dewasa ini, bidang-bidang filsafat diketahui meliputi kebanyakan disiplin yang disebut di atas tadi, meski ada kekecualian, seperti fisika dan psikologi telah mendapat privilesenya sendiri. Filsafat sering dianggap sebagai ilmu politik. Teologi telah digantikan oleh filsafat agama.

Di samping itu, tanggung jawab filsafat terhadap bidang-bidang lain semakin diakui melalui perkembangan filsafat, studi dan kursus interdisipliner. Yang paling penuh perkembangannya adalah filsafat ilmu pengetahuan. Disiplin ini mengandung anataf filsafat ilmu-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial: filsafat sejarah, filsafat agama, filsafat hukum, dan filsafat pendidikan.

Beberapa Cabang Filsafat

Filsafat Alam

Obyeknya: alam kehidupan dan alam bukan kehidupan. Tujuannya: menjelaskan fenomena alam dari aspek eksistensi fenomena tersebut dan menelusuri syarat-syarat kemungkinan.

Filsafat Analitis

Ilmu memusatkan perhatian pada bahasa dan upaya untuk menganalisis pernyataan (konsep, atau ungkapan kebahasaan aatau bentuk-bentuk logis. Tujuannya ialah untuk menemukan pernyataan-pernyataan yang berbentuk logis dan ringkas dan yang terbaik, yang cocok dengan fakta atau arti yang disajikan.

Filsafat Bahasa Sehari-hari

Paham ini berpandangan bahwa dengan menganalisis bahasa biasa (makna, implikasi, bentuk dan fungsinya) kita dapat memperlihatkan kebenaran mengenai kenyataan. Dengan analisis bahasa biasa kita dapat memahami masalah pokok filsafat dan sekaligus dapat memecahkannya.

Filsafat Gestalt

Salah satu pandangan filsafat ini berpandangan bahwa realitas merupakan dunia tempat organisme fisik memberikan tanggapan dalam proses mengatur struktur-struktur atau keseluruhan yang diamati.

Filsafat Kebudayaan

Filsafat ini memberikan gambaran keseluruhan mengenai gejala kebudayaan (bentuk, nilai dan kreasinya). Tugasnya untuk menyelidiki hakekat kebudayaan, memahaminya berdasarkan sebab-sebab dan kondisi-kondisinya yabg esensial. Filsafat ini juga bertugas untuk menjabarkan pada tujuan-tujuannya yang paling mendasar dan karena itu juga menemukan arah dan luas perkembangan budaya.

Filsafat Kehidupan

Filsafat kehidupan dalam bahasa sehari-hari berarti (1) cara tau pandangan hidup. Dan ini bertujuan mengatur segalanya secara praktis. (2) Etika sebagai ilmu yang berbicara mengenai tujuan dan kaidah-kaidah kehidupan dapat juga disebut sebagai filsafat kehidupan.

Dari pemaparan di atas, ilmu filsafat merupakan ilmu yang lahannya luas dan rumit. Untuk mereka yang berminat pada filsafat, mereka harus mempelajari pengantar-pengantar ke bidang filsafat. Peminat Ilmu filsafat di Indonesia semakin berkembang. Hal ini terlihat berkembangnya peminat filsafat di perguruan tinggi/ sekolah tinggi filsafat baik yang dikelola pemerintah maupun swasta nasional. Semoga informasi ini bermanfaat bagi siapa saja yang mencintai kebijaksanaan.

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".

Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "filsafat" adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis.[1] ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity 'ketertarikan'.

Filsafat Barat

‘‘‘Filsafat Barat’’’ adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi falsafi orang Yunani kuno.

Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.

Filsafat Timur

‘‘‘Filsafat Timur’’’ adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Tiongkok dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih lebih menonjol daripada agama. Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain Siddharta Gautama/Buddha, Bodhidharma, Lao Tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong.

Filsafat Timur Tengah

‘‘‘Filsafat Timur Tengah’’’ ini sebenarnya mengambil tempat yang istimewa. Sebab dilihat dari sejarah, para filsuf dari tradisi ini sebenarnya bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam (dan juga beberapa orang Yahudi!), yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka. Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa. Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah: Avicenna(Ibnu Sina), Ibnu Tufail, Kahlil Gibran (aliran romantisme; kalau boleh disebut bergitu)dan Averroes.

Filsafat Islam

‘‘‘Filsafat Islam’’’ bukanlah filsafat Timur Tengah. Bila memang disebut ada beberapa nama Yahudi dan Nasrani dalam filsafat Timur Tengah, dalam filsafat Islam tentu seluruhnya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan.'

Filsafat Kristen

‘‘‘Filsafat Kristen’’’ mulanya disusun oleh para bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Saat itu dunia barat yang Kristen tengah berada dalam zaman kegelapan (dark age). Masyarakat mulai mempertanyakan kembali kepercayaan agamanya. Tak heran, filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan filsafat ketuhanan. Hampir semua filsuf Kristen adalah teologian atau ahli masalah agama. Sebagai contoh: Santo Thomas Aquinas, Santo Bonaventura, dsb.

Munculnya Filsafat

Filsafat, terutama Filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir-pikir dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.

Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.

Thursday, 5 June 2008

iki tugas

TEKNIK TERAPI FREUD

Tujuan terapi ini adalah untuk menghilangkan tekanan pada daya ingat melalui asosiasi bebas dan analisis mimpi. Terapi ini bekerja dengan cara menyalurkan apa yang tidak disadari dan ini bekerja hanya selama efek dari transformasi/ penyaluran.

Tujuan spesifik dari terapi ini menguatkan ego, membuat lebih bebas dari superego, melebarkan persepsi dan memperluas pengaturannya, sehingga menjadi porsi yang pas untuk id.

Dengan asosiasi bebas, pasien diharapkan untuk bias mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranm, tak peduli apakah itu sesuai atau tidak. Tujuannya untuk mendatangkan ketidaksadaran yang dimulai dengan ide yang sadar yang diikuti dengan rentetan asosiasi kemampuan itu akan dibawa.

Agar terapi analisis dapat ini berjalan lancer, seblumnya nafsu yang dihasilkan neurotic symptom harus dibebaskan untuk bekerja melayani ego.

Transference : perasaan seksual yang menggebu – gebu yang dikembangkan pasien terhadap penganalisa selama treatment.

Selama perasaan ini menunjukkan kepada mereka ketertarikan ( cinta ), transference / penyaluran tidak akan mencampuri proses treatment tetapi akan mempengaruhi perkembangan percobaan.

Transference yang positif mengizinkan pasien untuk sedikit banyak mengenang masa kecil tanpa suasana yang menegangkan dalam percobaan analisis.

Transference yang negative dari bentuk permusuhan harus diakui oleh terapisdan dijelaskan kepada pasien. Jadi mereka bisa mengatasi berbagai macam perlawanan dal;am treatment. Perlawanan yang diartikan sebagai macam – macam ketidaksadaran yang direspon oleh pasien untuk kemajuan mereka dalam terapi. Hal ini bisa merupakan tanda positif yang diindikasikan bahwa terapi telah mengalami kemajuan materi yang diberikan.

Freud mencatat beberapa batasan treatment psikoanalisis ;

  1. Tidak semua ingatan lama dapat atau harus dibawa dalam kesadaran.
  2. Treatmen tidaklah seefektif psychosis atau dengan sakit dasar seperti phobia, histeria, dan obsesi.
  3. Melalui arti yang tidak ganjil dari psikoanalisis adalah pasien pertama dianalisis, mungkin kemudian mengembangkan masalah psikis yang lain.

Idealnya, ketika analisis treatmen ini berjalan lancar. Pasien tidak lagi mengidap symptom. Mereka menggunakan energi psikis untuk menunjukan ego, dan mengembangkan ego yang termasuk dalam tekanan pengalaman masa lalu.

Mereka tidak mengalami perubahan kepribadian secara menyeluruh.

ANALISIS MIMPI

Freud menggunakan analisis mimpi untuk menyalurkan manifest konten dari mimpi untuk laten konten yang penting.

Manifest konten ; arti terpendam atau penjelasan secara sadar yang dilakukan si pemimpi.

Laten konten ; arti dari manifes konten

Basic dari asumsi freud tenteng analisis mimpi ; semua mimpi adalah refleksi dari keinginan.

Pengecualian ; bial si pemimpi sedang mengalami trauma, mimpi dari orang ini mengikuti repetition compulsion. Pada penderita trauma ( post traumatic stress disorder )mereka akan selalu mengulang – ulang mimpi yang manakutkan / membuat mereka trauma.

Freud percaya bahwa mimpi terbentuk dari ketidaksadaran tapi mereka mencoba untuk menyadarkannya. Agar menjadi sadar, mimpi harus melewati sensor utama dan akhir. Meskipun selam tidur aturan ini menjaga mereka, memaksa ketidaksadaran fisik untuk mengadopsi bentuk yang berebeda.

Perbedaan ini dapat dioperasikan dalam 2 hal yang berbeda ; condensasi dan displacement

Condensasi ; fakta dari mimpi manifest tidaklah seluas level laten. Mengindikasikan bahwa ketidaksadaran telah disingkat / dikondensikan sebelum muncul level manifest.

Displacement ; ganbaran dari mimpi telah diganrikan dengan beberapa ide lain yang secara langsung berhubungan.

Mimpi dapat juga menipu para pemimpi dengan cara mengahmbat atau mempengaruhi pemimpi. Perasaan yang tidak menyenangkan bisa saja mempengaruhi level isi mimpi. Manifest konten selalu mendekati apa yang alami si pemimpi dari hari seberlumnya, mempunyai arti yang sangat sedikit untuk psikoanalitik karena hanya laten konten yang mempunyai arti.

Dalam mengartikan mimpi, Freud 1 dari 2 metode

  1. Bertanya kepada pasien yang berhubungan dengan mimpinya. Dan asosiasi mereka terhadap mimpi tersebut

Bila pasien tidak dapat mengasosiasikan mimpinya, Freud menggunakan metode ke-2

  1. Simbol mimpi digunakan untuk menemukan elemen ketidaksadaran dan mengutamakan pada isi yang terpendam dibaliknya.

Tujuan ke-2 metode ini untuk mengikuti jejak formasi mimpi sampai ditemukan arti yang tersirat.

Freud percaya bahwa interpretasi mimpi adalah cara yang tepat dalam mempelajari proses ketidaksadaran dan mengartikanya merupakan jalan yang tepat untuk ilmu yang membahas alam bawah sadar.

Kegelisahan mimpi tidak menimbulkan masalah denganaturan bahwa mimpi adalah gambaran keinginan. Penjelasan tentang kecemasan tergantung pada sistem preconcious , keinginan itu tergantung pada ketidaksadaran. Ada 3 macam mimpi kegelisahan ;

  1. Mimpi malu atau ketelanjangan

Seorang pemimpi malu akan hal tersebut, biasanya ini dialami pada masa anak – anak

  1. Mimpi orang yang disayangi meninggal ( masa anak –anak )

Bila si pemimpi merasa gelisah, ini merupakan efek dari penolakan.

  1. Mimpi gagal melewati ujian sekolah

Muncul bila si pemimpi sedang mengatisiapsi soal yang sulit.

KESIMPULAN

Freud percaya bahwa mimpi termotivasi oleh keinginan. Mimpi dibentuk dari pengalaman. Mimpi dapat diartikan melalui proses condensi, displecement dan efek penolakan. Manifest mimpi mempunyai kemiripan arti dengan laten konten dari mimpi, tapi menurut freud hal yang tersembunyi lebih akurat.

FREUDIAN SLIPS

Menurut freudian, kesalahan kecil yang dilakukan manusia sehari – hari adalah intensitas dari alam bawah sadar ( salah menyebut nama ). Orang – o0rang yang sering mengalami itu sering di sebut “ freudian slip “

Kesalahan seperti itu mempunyai arti ; ” mereka tidak merubah prilaku tetapi merubah mental ”.

Faktanya sebagian besar manusia sangat menyalahkan arti arti diablik kesalahan mereka yang disebut freud sebagai kekhilafan yang tersembunyi dalam kesadaran

Dalam kekhilafan ( freudian slip ) intensitas dari ketidaksadaran memberi tekanan yang lemah dari kondisi setengah sadaryang menunjukkan tujuan sebenarnya dari orang tersebut.

kep1

TEKNIK TERAPI FREUD
Tujuan terapi ini adalah untuk menghilangkan tekanan pada daya ingat melalui asosiasi bebas dan analisis mimpi. Terapi ini bekerja dengan cara menyalurkan apa yang tidak disadari dan ini bekerja hanya selama efek dari transformasi/ penyaluran.
Tujuan spesifik dari terapi ini menguatkan ego, membuat lebih bebas dari superego, melebarkan persepsi dan memperluas pengaturannya, sehingga menjadi porsi yang pas untuk id.
Dengan asosiasi bebas, pasien diharapkan untuk bias mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranm, tak peduli apakah itu sesuai atau tidak. Tujuannya untuk mendatangkan ketidaksadaran yang dimulai dengan ide yang sadar yang diikuti dengan rentetan asosiasi kemampuan itu akan dibawa.
Agar terapi analisis dapat ini berjalan lancer, seblumnya nafsu yang dihasilkan neurotic symptom harus dibebaskan untuk bekerja melayani ego.
Transference : perasaan seksual yang menggebu – gebu yang dikembangkan pasien terhadap penganalisa selama treatment.
Selama perasaan ini menunjukkan kepada mereka ketertarikan ( cinta ), transference / penyaluran tidak akan mencampuri proses treatment tetapi akan mempengaruhi perkembangan percobaan.
Transference yang positif mengizinkan pasien untuk sedikit banyak mengenang masa kecil tanpa suasana yang menegangkan dalam percobaan analisis.
Transference yang negative dari bentuk permusuhan harus diakui oleh terapisdan dijelaskan kepada pasien. Jadi mereka bisa mengatasi berbagai macam perlawanan dal;am treatment. Perlawanan yang diartikan sebagai macam – macam ketidaksadaran yang direspon oleh pasien untuk kemajuan mereka dalam terapi. Hal ini bisa merupakan tanda positif yang diindikasikan bahwa terapi telah mengalami kemajuan materi yang diberikan.





Freud mencatat beberapa batasan treatment psikoanalisis ;
1. Tidak semua ingatan lama dapat atau harus dibawa dalam kesadaran.
2. Treatmen tidaklah seefektif psychosis atau dengan sakit dasar seperti phobia, histeria, dan obsesi.
3. Melalui arti yang tidak ganjil dari psikoanalisis adalah pasien pertama dianalisis, mungkin kemudian mengembangkan masalah psikis yang lain.
Idealnya, ketika analisis treatmen ini berjalan lancar. Pasien tidak lagi mengidap symptom. Mereka menggunakan energi psikis untuk menunjukan ego, dan mengembangkan ego yang termasuk dalam tekanan pengalaman masa lalu.
Mereka tidak mengalami perubahan kepribadian secara menyeluruh.
ANALISIS MIMPI
Freud menggunakan analisis mimpi untuk menyalurkan manifest konten dari mimpi untuk laten konten yang penting.
Manifest konten ; arti terpendam atau penjelasan secara sadar yang dilakukan si pemimpi.
Laten konten ; arti dari manifes konten
Basic dari asumsi freud tenteng analisis mimpi ; semua mimpi adalah refleksi dari keinginan.
Pengecualian ; bial si pemimpi sedang mengalami trauma, mimpi dari orang ini mengikuti repetition compulsion. Pada penderita trauma ( post traumatic stress disorder )mereka akan selalu mengulang – ulang mimpi yang manakutkan / membuat mereka trauma.
Freud percaya bahwa mimpi terbentuk dari ketidaksadaran tapi mereka mencoba untuk menyadarkannya. Agar menjadi sadar, mimpi harus melewati sensor utama dan akhir. Meskipun selam tidur aturan ini menjaga mereka, memaksa ketidaksadaran fisik untuk mengadopsi bentuk yang berebeda.
Perbedaan ini dapat dioperasikan dalam 2 hal yang berbeda ; condensasi dan displacement
Condensasi ; fakta dari mimpi manifest tidaklah seluas level laten. Mengindikasikan bahwa ketidaksadaran telah disingkat / dikondensikan sebelum muncul level manifest.
Displacement ; ganbaran dari mimpi telah diganrikan dengan beberapa ide lain yang secara langsung berhubungan.
Mimpi dapat juga menipu para pemimpi dengan cara mengahmbat atau mempengaruhi pemimpi. Perasaan yang tidak menyenangkan bisa saja mempengaruhi level isi mimpi. Manifest konten selalu mendekati apa yang alami si pemimpi dari hari seberlumnya, mempunyai arti yang sangat sedikit untuk psikoanalitik karena hanya laten konten yang mempunyai arti.
Dalam mengartikan mimpi, Freud 1 dari 2 metode
1. Bertanya kepada pasien yang berhubungan dengan mimpinya. Dan asosiasi mereka terhadap mimpi tersebut
Bila pasien tidak dapat mengasosiasikan mimpinya, Freud menggunakan metode ke-2
2. Simbol mimpi digunakan untuk menemukan elemen ketidaksadaran dan mengutamakan pada isi yang terpendam dibaliknya.
Tujuan ke-2 metode ini untuk mengikuti jejak formasi mimpi sampai ditemukan arti yang tersirat.
Freud percaya bahwa interpretasi mimpi adalah cara yang tepat dalam mempelajari proses ketidaksadaran dan mengartikanya merupakan jalan yang tepat untuk ilmu yang membahas alam bawah sadar.
Kegelisahan mimpi tidak menimbulkan masalah denganaturan bahwa mimpi adalah gambaran keinginan. Penjelasan tentang kecemasan tergantung pada sistem preconcious , keinginan itu tergantung pada ketidaksadaran. Ada 3 macam mimpi kegelisahan ;
1. Mimpi malu atau ketelanjangan
Seorang pemimpi malu akan hal tersebut, biasanya ini dialami pada masa anak – anak
2. Mimpi orang yang disayangi meninggal ( masa anak –anak )
Bila si pemimpi merasa gelisah, ini merupakan efek dari penolakan.
3. Mimpi gagal melewati ujian sekolah
Muncul bila si pemimpi sedang mengatisiapsi soal yang sulit.




KESIMPULAN
Freud percaya bahwa mimpi termotivasi oleh keinginan. Mimpi dibentuk dari pengalaman. Mimpi dapat diartikan melalui proses condensi, displecement dan efek penolakan. Manifest mimpi mempunyai kemiripan arti dengan laten konten dari mimpi, tapi menurut freud hal yang tersembunyi lebih akurat.


FREUDIAN SLIPS
Menurut freudian, kesalahan kecil yang dilakukan manusia sehari – hari adalah intensitas dari alam bawah sadar ( salah menyebut nama ). Orang – o0rang yang sering mengalami itu sering di sebut “ freudian slip “
Kesalahan seperti itu mempunyai arti ; ” mereka tidak merubah prilaku tetapi merubah mental ”.
Faktanya sebagian besar manusia sangat menyalahkan arti arti diablik kesalahan mereka yang disebut freud sebagai kekhilafan yang tersembunyi dalam kesadaran
Dalam kekhilafan ( freudian slip ) intensitas dari ketidaksadaran memberi tekanan yang lemah dari kondisi setengah sadaryang menunjukkan tujuan sebenarnya dari orang tersebut.

Wednesday, 4 June 2008

tugas

Pasal 6

HUBUNGAN DENGAN PROFESI LAIN

a). Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghargai, menghormati kompetensi dan kewenangan rekan dari profesi lain.

Dengan makin meluasnya ragam jasa psikologi dan makin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa psikologi, maka mal-praktek pun makin meluas dan makin menjadi-jadi. Misalnya, anak yang perkembangan bicaranya lambat (late talker) didiagnosis autis, dan ditawari berenang dengan lumba-lumba di Ancol untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanannya, agar pertumbuhan otaknya menjadi lebih sempurna dan autis-nya bisa dicegah. Para dokter dan psikologi tidak mengerti asal muasal, ilmu ini. Mereka tahunya ilmu ini datang dari Amerika, dibawakan oleh seorang bergelar Medical Doctor dan di sambut oleh rumah sakit besar di Indonesia, bekerjasama dengan Taman Impian Jaya Ancol.

Medan, 27 September 2004

http://himpsijaya.org/2004/10/01/post-paper-kembali-ke-etika-psikologi/

Thursday, 17 April 2008

bahan psikoterapi

I. KELUHAN

- Subjek merasa minder untuk tampil didepan orang banyak

- Ia takut untuk mengungkapkan ide – ide

- Sering kali ia menyuruh orang lain untuk menanyakan pertanyaan yang ada dipikirannya, karena ia tidak berani bertanya langsung

- Ia mengakui, sulit untuk beradaptasi

- Dalam mengenal seseorang, subjek butuh waktu yang cukup lama

- Jika persentasi didepam kelas, ia merasa jantungnya berdetak kencang, suara bergelombang seperti orang yang ketakutan

II. HASIL ASSESMENT

Subjek merupakn amal ketiga dari empat bersaudara yang semuanya laki – laki. Sejak kecil ia sudah hidup dengan neneknya. Karena ayah dan ibunya sibuk bekerja. Saat baru memasuki kelas 4, ia sudah ditinggal ibunya bekerja selama 6 tahun. Ayahnya yang seorang swasta, juga sibuk bekerja dan selalu pulang malam. Subjek merasa sangat sedih karena ditinggal ibunya. Ia selalu teringat akan ibunya. Dirumah ia lebih banyak dengan nenek dan ketiga saudara laki – lakinya. Dalam hubungan keluarga, subjek kurang dekat dengan saudara – saudaranya. Karena hal itu, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman – temanya. Ia jarang sekali dirumah, dan lebih banyak bermain dengan teman seumuranya. Menginjak SMP, ia pisah dengan teman – teman SD nya. Ia pun harus dapat beradaptasi dan mencari teman baru. Saat itu subjek menjadi pendiam. Tiap pulang sekolah, ia pun langsung pulang dan bermain dengan temam – teman SD nya dulu yang kebetulan satu kampung. Setelah naik ke kelas 2 SMP, ia baru mandapatkan teman – teman barunya. Ia pun jarang bermain lagi dengan teman – teman lamanya. Di kelas 2 itu pula, ia mendapat rangking 1. Ia pun diusulkan oleh salah satu gurunya untuk mendapat bea siswa. Tapi saat itu pula ia mengalami kecelakaan yang begitu berat. Sekitar 3 minggu ia tidak masuk sekolah.setelah sembuh, ia pun kembali masuk sekolah seperti biasa. Ia pun naik ke kelas 3 dimana ia akan mendapatkan bea siswa dari sekolah. Tapi saat itu, subjek malah sering sekali melanggar peraturan sekolah. Ia sering tidak masuk sekolah dan sering tidak pulang rumah untuk tidur dirumah temennya. Ia sering bolos sekolah dan bermain ke sekolah temen – temen SD nya dulu. Karena hal itu, bea siswa dicabut dan tidak jadi diberikan. Tapi meskipun demikian, sunjek dapat lulus dengan hasil yang cukup memuaskan. Ia lalu mendaftar ke SMA negeri dan diterima menjadi siswa di SMA negeri tersebut. Setelah beberapa bulan masuk sekolah, ia pun melakukan kebiasaan mebolos yang membuat subjek di keluarkan dari SMA negeri tersebut. Ia lalu pindah ke SMA swasta. Di SMA swasta ini, ia lebih parah lagi. Di situ ia bertemu lagi teman – teman lamanya semasa SD. Mungkin karena terbawa lingkungan, ia pun mengulangi perbuatannya. Ia sering tidak masuk sekolah dan lebih memilih untuk bermain dan bertemu dengan teman – teman lamanya. Untuk kedua kalinya ia di keluarkan dari sekolah. Karena ayah subjek jengkel, dan kebetulan saat itu pula ibu subjek pulang, ia pun di suruh berhenti sekolah dulu. Waktu itu hari – hari subjek dihabiskan di rumah. Sebetulnya ayah subjek sangat sayang kepadanya. Sekitar 3 bulan kemudian memasuki pendaftaran siswa baru, ia disuruh sekolah lagi oleh ayahnya. Ia pun mendftar di SMK. Kebetulan di sekolah itu juga kakak subjek yang juga mengalami peristiwa DO bersekolah.

Disekolah ini pula subjek dapat lulus. Tapi setelah lulus, ia tidak bekerja. Ia menjadi penganguran di rumah. Ia di sarankan untuk menyusul kakaknya yang kuliah. Ia pun mendaftar ke UKSW. Tapi ia masih ragu, mau ambil jurusan apa. Dan ia berkeinginan untuk kuliah di luar kota. Tapo, orang tua subjek tidak mengijinkan. Karena hal itu ia menunda untuk kuliah. Setahun kemudian saat pendaftaran mahasiswa baru, ia mendaftar lagi di UKSW. Tapi saat itu juga ia mengalami kejadian yang sangat menyedihkan. Kakakya yang sebentar lagi mau lulus kuliah, meninggal karena kecelakaan. Ia mengalami shock karena kejadian itu. Ia jadi sering dirumah dan jarang bermain dengan teman – temannya lagi. Ia jadi pendiam dan sering melamun. Saat itu subjek menjadi penurut dan cencerung menghilangkan perbuatan – perbuatan yang di rasa tidak berguna. Tapi selang beberapa bulan, ia bertemu dengan teman – teman kakaknya di kampus. Ia jadi jarang masuk kuliah dan lebih nbanyak menghabiskan waktu dengan teman – teman kakaknya. IP subjek semester awal kuliah pun jadi sangat buruk. Subjek mulai bosan dan ingin sekali seperti masa SMP diman ia meraih peringkat pertama dikelasnya. Setelah teman – teman kakaknya tersebut banyak yang sudah lulus, ia pun kembali aktif kuliah sampai sekarang.

III. RENCANA INTERVENSI / TERAPI

A. Tujuan terapi

· Mengurangi rasa minder pada diri subjek

· Menghindari prilaku kesulitan subjek untuk beradaptasi.

B. Pendekatan/ teknik yang akan digunakan

Pendekatan ini menggunakan pendekatan LOGOTERAPY.

Menggunakan Logoterapy karena melalui teknik ini, klien diajak untuk dapat memahami faktor yang mempengaruhi prilaku klien yang kurang percya diri dan sulit beradaptasi, klien diajak untuk dapat menghilangkan prilaku tersebut diganti dengan prilaku positif ( belajar kelompok, aktif bertanya saat didepan kelas, dan memperbanyak teman dalam bergaul )

C Prosedur/ Tahap

1. Waktu

Tanggal mulai : 5 April 2008

Tanggal selesai : 20 April 2008

2. Pembuatan Jadwal

Hari 1- 5 ( 5 s/d10 april 208 ) : Menggunakan teknik Paradoxical intention. Dimana teknik ini membuat saya mengerti bahwa faktor apa saja yang mempengaruhi prilaku minder saya yang membuat kehilangan rasa percaya diri.

Hari 6-10 ( 11 s/d 15 april 2008 ): Menggunakan teknik De-reflekection. Dimana saya mencoba menghilangkan rasa minder dan sulit beradaptasi dan mengganti dengan prilaku yang positif (aktif bertanya dalam kelas dan berusaha bergaul dengan teman – teman baru)

Hari 11-15 ( 16 s/d 20 april 2008 ): Menggunakan teknik Modification of attitudes. Diman saya mencoba merubah prilaku subjek yang minder dan sulit beradaptasi dengan mencari pemaknaan akan hidup.

IV. PELAKSANAAN INTERVENSI

No

Tanggal

Pokok bahasan

metode


5-10 Apr 2008

Teknik Paradoxical intention

(faktor apa saja yang mempengaruhi prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien yang dapat menghambat klien memunculkan ide - idenya dan mencari jalan keluar untuk dapat mengurangi gejala – gejala tersebut.)

Pemahaman dan praktek


11-15 Apr 2008

Teknik De-reflekection

(mencoba menghilangkan prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien diganti dengan prilaku positif.)

Pemahaman dan praktek


16-20 Apr 2008

Teknik Modification of attitudes

Mencoba merubah prilaku subjek yang minder dan sulit beradaptasi dengan mencari pemaknaan akan hidup

Pemahaman dan praktek






V. MENGEVALUASI INTERVENSI

Teknik yang cocok untuk Saya, yaitu:

  • Teknik Paradoxical intention

Melalui teknik ini, subjek memahami untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien. Apa yang membuat subjek minder, kurang percaya diri dan sulitnya beradaptasi harus disadari oleh klien dan gejala – gejala tersebut sebaikmya ditanggapi dengan sikap tenang, karena setiap manusia harus bersosialisasi dengan lingkungan, baik dengan lingkungan yang baru maupun lingkungan yang lama telah dikenalnya.

Hal tersebut membuat saya berpikir dan akn membuat say merubah sikap minder saya menjadi pribadi yang mudah bergaul.

  • Teknik De-reflekection

Untuk menghindari prilaku subjek umtuk muncul kembali maka, klien dibawa pada situasi yang tidak memperhatikan lagi kondisi yang tidak nyaman sehingga lebih mencurahkan kepada hal – hal yang bersifat positif. Misalnya, klien lebih banyak mencari teman dalam bergaul atau membuat aktivitas – aktivitas yang berguna ( belajar kelompok ) guna meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berbicara didepan orang banyak.

  • Teknik Modification of Attitudes

Klien mencoba mencari makna akan hidupnya. Dengan memaknai gangguan yang ada pada diri klien tersebut dengan makna yang positif. Apkah dengan sikap sunjek tersebut, klien merasa nyaman dan apakah ada kebikan dari sikap subjek tersebut. Apakah subjek yang dulu saat meraih peringkat pertama dikelasnya melakukan sikap yang sama dengan yang sekarang. Hal tersebut, saya rasa dapat merubah saya merubah sikap dan dapat meraih prestasi seperti saat SMP.

Dari pelaksanaan terapi yang sudah dilakukan, saya belum menemukan perubahan dalam diri saya. Mungkin karena waktu yang terbatas, dan proses terapi yang kurang maksimal sehingga hasil yang saya dapat juga belum maksimal.

Wednesday, 19 March 2008

ngawur

  1. TEORI

Nature of Conflict

à Konflik berasal dari ketidaksamaan tujuan ataumetode yang digunakan dalam mencapai suatu tujuan.

à Konflik mungkin bisa lebih sulit diselesaikan tetapi tetap harus diselesaikan.

à Dalam organisasi dimanapun, konflik tentang perbedaan kepentingan tidak bisa di hindari.

à Pengetahuan dan kepaham atas konflik dan metode untuk menyelesaikan sangat penting.

Level of Konflik

Intrapersonal konflik

- Konflik bisa muncul antar karyawan, perorangan dan group, dam antar organisasi

- Meski aebagian besarrole konflik ( perbedaan tujuan ) ketika seorang supervisor menyalurkan sebuah tujuan yang masih ber-konflik kepada katyawannya, hal ini sangat mungkin. Intrapersonal konflik muncul karena peran berkompetisi yang daimbil.

Interpersonal Konflik

- Merupakan masalah yang serius untuk kebanyakan orang karena sangat mempengaruhi emosi seseorang. Ada kebutuhan untuk melindungi image diri dan kehormatan.

- Ketika konsep diri ini terancam, kekacauan yang serius muncul dan hubungan kerja memburuk. Kadang – kadang menjadi perselisihan antara 2 orang.

- Konflik berasal dari miskomunikasi / perbedaan persepsi.

Intergroup Konflik

- Konflik antar organisasi

- Satu orang ingin menjatuhkan yang lain, berkuasa dan meningkatkan image.

- Konflik disebabkan perbedaan pandangan, kesetiaan kelompok, dan kompetisi.

- Intergroup ini akan muncul walaupun sumbernya terbatas.

- Konflik bisa dibentuk

- Konflik bisa memberikan klue yang merupakan masalah kritis antara 2 orang yang harus diselesaikan daripada menbiarkannya

- Intergroup konflik muncul à memotivasi 2 organisasi berkembang untuk menyelesaikannya à memindahkan hubungan kedalam keseimbangan baru.

Sources of conflict ( sumber konflik )

à Organizational Change ( perubahan organisasi )

- Ingin sukses à Berubah arah tujuan

- Sebab à Tehnologi, politik, sosialèmeningkatkan pemasaran dalam menghadapi ekonomi global.

à Perselisihan Personal

- Konsep perbedaan individu adalah dasar dari sifat organisasi. Tidak semua orang berpikir, merasa, terlihat dan bersikap sama.

- Meski perbedaan personality bisa menyebabkan konflik, mereka juga merupakan sumber yang kreatif dalam menyelesaikan masalah

- Karyawan harus menerima, merespek dan belajar bagaimana menggunkan perbedaan tersebutdalam berkembang.

à Perbedaan Kepercayaan

- Setiap orang mempunyai perbedaan kepercayaan yang menuntut mereka kearah yang berbeda. Ini bisa sangat sulit diselesaikan, karena mereka sangat obyektif daripada ketidaksetujuan atas produk yang lain, level inventaris / tujuan promosi.

à Status yang Terancam

- Status sosial seseorang dalam suatu kelompok sangat , jika satu status terancam “ Face saving “ menjadi kekuatan yang memaksa seseorang berysaha me- maintain image yang diinginkan.

à Persepsi yang Bertentangan

- Orang mempunyai pandangan yang berbeda karena pengalaman dan harapan yang berbeda. Mereka merasa pendapatnya harus sama dengan yang lain.

- Kadang mereka lupa bahwa orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda terhadap satu obyek yang sama.

Effects of Conflict

à Keuntungan : Orang di pacu untuk meningkatkan diri untuk mencapai hasil yang lebih baik ( lebih kreatif )

à Kelemahan :

- Kerjasama bisa rusak ( tidak ada saling percaya )

- Level stres meningkat.

- Motivasi kerja menurun

Model of Conflict

a. Conflict Outcome

1. Lose – Lose à Tidak ada yang di untungkan

2. Lose – Win à Situasi dimana salah satu orang ( A ) dianggap kalah dan yang lain di anggap menang ( B )

3. Win – Lose à Situasi sebaliknya dari yang diatas.

4. Win – Win à Situasi dimana 2 orang tersebut menyadari bahwa mereka berada di posisi yang lebih dibandingkan dengan pada saat awal konflik dimulai.

b. Participant Intentions

Hasil konflik adalah hasil akhir dari intensitas keterlibatan sepert stategi mereka.

c. Resolution Strategies

Intenstion membantu seseorang untuk memilih strategi yang akan mereka gunakan dalam memecahkan konflik. Ada 4 pendekatan :

1. Avoiding à Menjauhkan diri baik secara fisik maupun mental dari konflik

2. Smoothing à Mengakomodasi kepentingan / menjembatani

3. Forcing à Menggunakan taktik kekuatan untu menang.

4. Konfronting à Menghadapi konflik secara langsung dan berusaha mencapai resolusi yang memuaskan.

  1. PEMBAHASAN

Resolusi strategi dari masalah ini, karena merupakan Conflict Outcome , kami menggunakan Resolusi strategi ”confronting” à Win – Win. Dengan alasan ketika orang mendapat suatu kemenangan, mereka akan cenderung merasa puas. Dengan demikian tidak ada yang dirugikan, kedua belah pihak mendapatkan kemenangan. Hal ini akan meredakan konflik antar mereka. Survey harus teliti dalam malakukan observasi, dan mungkin jika memang tidak memenuhi syarat, bisa di ajukan persyaratan yang lebih agar perusahaan tidak di rugikan oleh konsumen. Atau bisa dengan di jamin oleh marketing yang membawanya. Dengan demikian, survey akan lebih percaya pada konsumen tersebut. Cara ini akan membuat senua pihak puas. Selain perusahaan yang untung dengan mendapat konsumen, merketing juga merasa menang karena dapat mengejar target mereka, demikian juga dengan konsumen yang dapat mengambil barang kredit mereka.

Resolution Strategi Probable outcome

Avoidance Lose – Lose

Smothing Lose – Win

Forcing Win – Lose

Confronting Win – Win

  1. KASUS

PT. Bintang Utama Cemerlang adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Electronic dan Furniture Distributor yang telah memiliki beberapa cabang di beberapa kota. Di Salatiga perusahaan ini berkantor di jl. Taman Pahlawan 63 Salatiga. Mereka memberi kredit harian untuk para konsumennya. Di perusahan ini terdapat banyak karyawan marketing yang siste gajunya dengan mendapat 7 % dari total hasil penjulan mereka. Dan jika memenuhi target, mereka akan mendapat bonus bulanan sesuai persentasi dari target mereka. Tapi kebanyakan konflik yang muncul di perusahaan ini adalah antara karyawan bagian marketing dengan bagian survey. Karyawan marketing merasa sangat sulit jika ingin mendapatkan ACC barang dari survey, dengan alasan konsumen tidak memenuhi syarat. Padahal perusahaan ini memberi persyaratan kepada konsumen hanya dengan foto copy KTP. Di sisi lain, para marketing ingin mengejar target untuk mendapatkan bonus bulanan. Bahkan dengan sulitnya ACC dari survey, para konsumen yang dengan sungguh – sungguh ingin mengambil barang merasa sangat jengkel. Hal ini akan membuat para konsumen tidak puas dengan kinerja para karyawan perusahaan ini. Bahkan akan mengurangi kepercayaan mereka terhadap perusahaan.

Thursday, 6 March 2008

movere

MOTIVASI

Motivasi berasal dari kata movere ( latin ) ; to move – bergerak. Beberapa definisi motivasi ;

Evan ( 1989 )

Menunjuk pada pengaruh – pengaruh yang mengatur inisiatif, arah, intensitas dan keajegan dilakukannya prilaku.

Winkel ( 1989 )

Keseluruhan daya penggerak psikis didalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan tertentu, menjamin kelangsungan kegiatan tersebut dan memberiakan arah pada kegiatan tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Purwanto ( 1994 )

Suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi prilaku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu, sehingga mencapai hasil / tujuan tertentu.

Huffman, dkk (1999)

Adalah proses aktivasi, pemeliharaan ( maintenance ) dan pengarahan prilaku terhadap suatu tujuan.

Kesimpulan ada 3 aspek motivasi ;

  1. Daya penggerak ( kebutuhan ) yang menimbulkan usaha
  2. Arah dan tujuan yang hendak dicapai.
  3. pemeliharaan usaha yang terus menerus

TEORI TEORI MOTIVASI

Secara umum terbagi dalam Teori Biologis dan Teori Psikososial

@ Teori Biologis

Teori – teori yang berorientasi biologis cenderung menjelaskan munculnya motivasi dari proses bawaan yang cenderung mengontrol dan mengarahkan prilaku. Yang termasuk dalam teori ini adalah;

  • Teori insting

Insting adalah pola motorik yang sudah kaku – menetap, yang tidak dipelajari, yang diakarakteristikan oleh spesiesnya ( khas spesiesnys ) dan memiliki dasar keturunan / bawaan / genetik yang terikat oleh proses evolusi spesies tersebut.

Teori ini percaya bahwa prilaku manusia dibimbing oleh insting manusia tersebut.

William Mc. Dougall ( 1908 ) ; Manusia memiliki banyak insting, antara lain ; keingintahuan, berteman, reproduksi berkelahi, dsb ( biasa sisebut naluri )

Samapi 10.000 macam à diragukan kebenaranya

Edward O. Wilson ( 1975 )à” sociobiology “ faktor genetik dan biologi membentuk berbagai prilaku sosial baik pada manusia maupun hewan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

  • Teori Drive-Reduction ( Pengurangan dorongan )

Tahun 1930 –an konsep drive menggantikan konsep insting

Menurut teori Drive Reduction ( Hull, 1952; Spence, 1951 )

àSemua makhluk hidup memilki kebutuhan biologis tertentu ( makan, minum, oksigen,dll )yang harus terpenuhi supaya mereka dapat bertahan hidup. Hemeostasis ; kecenderungan untuk mempertahankan / memelihara keseimbangan lengkungan internal.

àBila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan muncul kondisi ketenggan ( tension )à menimbulkan drive / dorongan pada individu untuk mengurangi ketegangan tersebut, yaitu termotivasi untuk berprilaku tertentu guna mengurangi ketegangan à konsep hemeostasis untuk selalu menjaga ekuilibrium ( bila hemeostasis menyimpang )

  • Teori Arousal

Konsep :

Arousal àlevel umum pembangkitan yang ditunjukkann dari beberapa sistem fisiologis, misal aktivitas elektris dalam otak, debar jantung ketegangan otot, dsb.

Normalnya Arousal paling rendah pada saat tidur lelap, paling tinggi pada saat panik / gembira yang ekstrim

Teori

Manusia termotivasi untuk berprilaku tertentu yang memungkinkan terpeliharanya level Arousal yang optimalà Bila terlalu tinggi Arousalnya akan diturunkan, bila terlalu rendah akan dinaikkan.

à Masing – masing individu memiliki level kondisi Arousal yang berbeda – beda, tergantung dari usia dan type kepribadiannya ( Ekstrovert – Introvert )

@ Teori Psikososial

  • Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Ada 5 jenjang kebutuhan :

1. Faali : Rasa lapar, haus, seks, sandang, papan

2. Keamanan : Keselamatan dan perlindungan dari kerugian fisik dan emosional

3. Sosial : Rasa kasih sayang, rasa dimiliki, diterima baik dan persahabatan

4. Penghargaa : Memperoleh rasa hormat internal ( harga diri, ekonomi, prestasi ) dan eksternal ( Status, pengakuan dan perhatian )

5. Aktualisasiu diri : mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

  • Teori ERG ( Clayton Alderfer )

Ada 3 kelompok kebutuhan manusia :

1. Exsistence (eksistensi)à kebutuhan faali dan keamanan

2. Relatedness (hubungan)à memelihara hubungan sosial

3. growth (pertumbuhan)à penghargaan dan aktulisasi diri

  • Teori Kebutuhan Mc. Clelland

Ada 3 kebutuhan utama :

1. Need of Achivement à dorongan untuk mengungguli, berprestasi terhadap sejumlah standar – standar tertentu dan berusaha keras untuk sukses

2. Need of Power à kebutuhan untuk membuat orang lain berprilaku menurut cara cara / aturan aturan tertentu, yang mana orang lain tersebut pada umumnya tidak akan berprilaku demikian ( jika tidak di paksa )

3. Need of Affiliation à hasrat untuk menjalin hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab