Thursday, 17 April 2008

bahan psikoterapi

I. KELUHAN

- Subjek merasa minder untuk tampil didepan orang banyak

- Ia takut untuk mengungkapkan ide – ide

- Sering kali ia menyuruh orang lain untuk menanyakan pertanyaan yang ada dipikirannya, karena ia tidak berani bertanya langsung

- Ia mengakui, sulit untuk beradaptasi

- Dalam mengenal seseorang, subjek butuh waktu yang cukup lama

- Jika persentasi didepam kelas, ia merasa jantungnya berdetak kencang, suara bergelombang seperti orang yang ketakutan

II. HASIL ASSESMENT

Subjek merupakn amal ketiga dari empat bersaudara yang semuanya laki – laki. Sejak kecil ia sudah hidup dengan neneknya. Karena ayah dan ibunya sibuk bekerja. Saat baru memasuki kelas 4, ia sudah ditinggal ibunya bekerja selama 6 tahun. Ayahnya yang seorang swasta, juga sibuk bekerja dan selalu pulang malam. Subjek merasa sangat sedih karena ditinggal ibunya. Ia selalu teringat akan ibunya. Dirumah ia lebih banyak dengan nenek dan ketiga saudara laki – lakinya. Dalam hubungan keluarga, subjek kurang dekat dengan saudara – saudaranya. Karena hal itu, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman – temanya. Ia jarang sekali dirumah, dan lebih banyak bermain dengan teman seumuranya. Menginjak SMP, ia pisah dengan teman – teman SD nya. Ia pun harus dapat beradaptasi dan mencari teman baru. Saat itu subjek menjadi pendiam. Tiap pulang sekolah, ia pun langsung pulang dan bermain dengan temam – teman SD nya dulu yang kebetulan satu kampung. Setelah naik ke kelas 2 SMP, ia baru mandapatkan teman – teman barunya. Ia pun jarang bermain lagi dengan teman – teman lamanya. Di kelas 2 itu pula, ia mendapat rangking 1. Ia pun diusulkan oleh salah satu gurunya untuk mendapat bea siswa. Tapi saat itu pula ia mengalami kecelakaan yang begitu berat. Sekitar 3 minggu ia tidak masuk sekolah.setelah sembuh, ia pun kembali masuk sekolah seperti biasa. Ia pun naik ke kelas 3 dimana ia akan mendapatkan bea siswa dari sekolah. Tapi saat itu, subjek malah sering sekali melanggar peraturan sekolah. Ia sering tidak masuk sekolah dan sering tidak pulang rumah untuk tidur dirumah temennya. Ia sering bolos sekolah dan bermain ke sekolah temen – temen SD nya dulu. Karena hal itu, bea siswa dicabut dan tidak jadi diberikan. Tapi meskipun demikian, sunjek dapat lulus dengan hasil yang cukup memuaskan. Ia lalu mendaftar ke SMA negeri dan diterima menjadi siswa di SMA negeri tersebut. Setelah beberapa bulan masuk sekolah, ia pun melakukan kebiasaan mebolos yang membuat subjek di keluarkan dari SMA negeri tersebut. Ia lalu pindah ke SMA swasta. Di SMA swasta ini, ia lebih parah lagi. Di situ ia bertemu lagi teman – teman lamanya semasa SD. Mungkin karena terbawa lingkungan, ia pun mengulangi perbuatannya. Ia sering tidak masuk sekolah dan lebih memilih untuk bermain dan bertemu dengan teman – teman lamanya. Untuk kedua kalinya ia di keluarkan dari sekolah. Karena ayah subjek jengkel, dan kebetulan saat itu pula ibu subjek pulang, ia pun di suruh berhenti sekolah dulu. Waktu itu hari – hari subjek dihabiskan di rumah. Sebetulnya ayah subjek sangat sayang kepadanya. Sekitar 3 bulan kemudian memasuki pendaftaran siswa baru, ia disuruh sekolah lagi oleh ayahnya. Ia pun mendftar di SMK. Kebetulan di sekolah itu juga kakak subjek yang juga mengalami peristiwa DO bersekolah.

Disekolah ini pula subjek dapat lulus. Tapi setelah lulus, ia tidak bekerja. Ia menjadi penganguran di rumah. Ia di sarankan untuk menyusul kakaknya yang kuliah. Ia pun mendaftar ke UKSW. Tapi ia masih ragu, mau ambil jurusan apa. Dan ia berkeinginan untuk kuliah di luar kota. Tapo, orang tua subjek tidak mengijinkan. Karena hal itu ia menunda untuk kuliah. Setahun kemudian saat pendaftaran mahasiswa baru, ia mendaftar lagi di UKSW. Tapi saat itu juga ia mengalami kejadian yang sangat menyedihkan. Kakakya yang sebentar lagi mau lulus kuliah, meninggal karena kecelakaan. Ia mengalami shock karena kejadian itu. Ia jadi sering dirumah dan jarang bermain dengan teman – temannya lagi. Ia jadi pendiam dan sering melamun. Saat itu subjek menjadi penurut dan cencerung menghilangkan perbuatan – perbuatan yang di rasa tidak berguna. Tapi selang beberapa bulan, ia bertemu dengan teman – teman kakaknya di kampus. Ia jadi jarang masuk kuliah dan lebih nbanyak menghabiskan waktu dengan teman – teman kakaknya. IP subjek semester awal kuliah pun jadi sangat buruk. Subjek mulai bosan dan ingin sekali seperti masa SMP diman ia meraih peringkat pertama dikelasnya. Setelah teman – teman kakaknya tersebut banyak yang sudah lulus, ia pun kembali aktif kuliah sampai sekarang.

III. RENCANA INTERVENSI / TERAPI

A. Tujuan terapi

· Mengurangi rasa minder pada diri subjek

· Menghindari prilaku kesulitan subjek untuk beradaptasi.

B. Pendekatan/ teknik yang akan digunakan

Pendekatan ini menggunakan pendekatan LOGOTERAPY.

Menggunakan Logoterapy karena melalui teknik ini, klien diajak untuk dapat memahami faktor yang mempengaruhi prilaku klien yang kurang percya diri dan sulit beradaptasi, klien diajak untuk dapat menghilangkan prilaku tersebut diganti dengan prilaku positif ( belajar kelompok, aktif bertanya saat didepan kelas, dan memperbanyak teman dalam bergaul )

C Prosedur/ Tahap

1. Waktu

Tanggal mulai : 5 April 2008

Tanggal selesai : 20 April 2008

2. Pembuatan Jadwal

Hari 1- 5 ( 5 s/d10 april 208 ) : Menggunakan teknik Paradoxical intention. Dimana teknik ini membuat saya mengerti bahwa faktor apa saja yang mempengaruhi prilaku minder saya yang membuat kehilangan rasa percaya diri.

Hari 6-10 ( 11 s/d 15 april 2008 ): Menggunakan teknik De-reflekection. Dimana saya mencoba menghilangkan rasa minder dan sulit beradaptasi dan mengganti dengan prilaku yang positif (aktif bertanya dalam kelas dan berusaha bergaul dengan teman – teman baru)

Hari 11-15 ( 16 s/d 20 april 2008 ): Menggunakan teknik Modification of attitudes. Diman saya mencoba merubah prilaku subjek yang minder dan sulit beradaptasi dengan mencari pemaknaan akan hidup.

IV. PELAKSANAAN INTERVENSI

No

Tanggal

Pokok bahasan

metode


5-10 Apr 2008

Teknik Paradoxical intention

(faktor apa saja yang mempengaruhi prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien yang dapat menghambat klien memunculkan ide - idenya dan mencari jalan keluar untuk dapat mengurangi gejala – gejala tersebut.)

Pemahaman dan praktek


11-15 Apr 2008

Teknik De-reflekection

(mencoba menghilangkan prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien diganti dengan prilaku positif.)

Pemahaman dan praktek


16-20 Apr 2008

Teknik Modification of attitudes

Mencoba merubah prilaku subjek yang minder dan sulit beradaptasi dengan mencari pemaknaan akan hidup

Pemahaman dan praktek






V. MENGEVALUASI INTERVENSI

Teknik yang cocok untuk Saya, yaitu:

  • Teknik Paradoxical intention

Melalui teknik ini, subjek memahami untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi prilaku klien yang sulit beradaptasi dan kurangnya rasa percaya diri klien. Apa yang membuat subjek minder, kurang percaya diri dan sulitnya beradaptasi harus disadari oleh klien dan gejala – gejala tersebut sebaikmya ditanggapi dengan sikap tenang, karena setiap manusia harus bersosialisasi dengan lingkungan, baik dengan lingkungan yang baru maupun lingkungan yang lama telah dikenalnya.

Hal tersebut membuat saya berpikir dan akn membuat say merubah sikap minder saya menjadi pribadi yang mudah bergaul.

  • Teknik De-reflekection

Untuk menghindari prilaku subjek umtuk muncul kembali maka, klien dibawa pada situasi yang tidak memperhatikan lagi kondisi yang tidak nyaman sehingga lebih mencurahkan kepada hal – hal yang bersifat positif. Misalnya, klien lebih banyak mencari teman dalam bergaul atau membuat aktivitas – aktivitas yang berguna ( belajar kelompok ) guna meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berbicara didepan orang banyak.

  • Teknik Modification of Attitudes

Klien mencoba mencari makna akan hidupnya. Dengan memaknai gangguan yang ada pada diri klien tersebut dengan makna yang positif. Apkah dengan sikap sunjek tersebut, klien merasa nyaman dan apakah ada kebikan dari sikap subjek tersebut. Apakah subjek yang dulu saat meraih peringkat pertama dikelasnya melakukan sikap yang sama dengan yang sekarang. Hal tersebut, saya rasa dapat merubah saya merubah sikap dan dapat meraih prestasi seperti saat SMP.

Dari pelaksanaan terapi yang sudah dilakukan, saya belum menemukan perubahan dalam diri saya. Mungkin karena waktu yang terbatas, dan proses terapi yang kurang maksimal sehingga hasil yang saya dapat juga belum maksimal.

Wednesday, 19 March 2008

ngawur

  1. TEORI

Nature of Conflict

à Konflik berasal dari ketidaksamaan tujuan ataumetode yang digunakan dalam mencapai suatu tujuan.

à Konflik mungkin bisa lebih sulit diselesaikan tetapi tetap harus diselesaikan.

à Dalam organisasi dimanapun, konflik tentang perbedaan kepentingan tidak bisa di hindari.

à Pengetahuan dan kepaham atas konflik dan metode untuk menyelesaikan sangat penting.

Level of Konflik

Intrapersonal konflik

- Konflik bisa muncul antar karyawan, perorangan dan group, dam antar organisasi

- Meski aebagian besarrole konflik ( perbedaan tujuan ) ketika seorang supervisor menyalurkan sebuah tujuan yang masih ber-konflik kepada katyawannya, hal ini sangat mungkin. Intrapersonal konflik muncul karena peran berkompetisi yang daimbil.

Interpersonal Konflik

- Merupakan masalah yang serius untuk kebanyakan orang karena sangat mempengaruhi emosi seseorang. Ada kebutuhan untuk melindungi image diri dan kehormatan.

- Ketika konsep diri ini terancam, kekacauan yang serius muncul dan hubungan kerja memburuk. Kadang – kadang menjadi perselisihan antara 2 orang.

- Konflik berasal dari miskomunikasi / perbedaan persepsi.

Intergroup Konflik

- Konflik antar organisasi

- Satu orang ingin menjatuhkan yang lain, berkuasa dan meningkatkan image.

- Konflik disebabkan perbedaan pandangan, kesetiaan kelompok, dan kompetisi.

- Intergroup ini akan muncul walaupun sumbernya terbatas.

- Konflik bisa dibentuk

- Konflik bisa memberikan klue yang merupakan masalah kritis antara 2 orang yang harus diselesaikan daripada menbiarkannya

- Intergroup konflik muncul à memotivasi 2 organisasi berkembang untuk menyelesaikannya à memindahkan hubungan kedalam keseimbangan baru.

Sources of conflict ( sumber konflik )

à Organizational Change ( perubahan organisasi )

- Ingin sukses à Berubah arah tujuan

- Sebab à Tehnologi, politik, sosialèmeningkatkan pemasaran dalam menghadapi ekonomi global.

à Perselisihan Personal

- Konsep perbedaan individu adalah dasar dari sifat organisasi. Tidak semua orang berpikir, merasa, terlihat dan bersikap sama.

- Meski perbedaan personality bisa menyebabkan konflik, mereka juga merupakan sumber yang kreatif dalam menyelesaikan masalah

- Karyawan harus menerima, merespek dan belajar bagaimana menggunkan perbedaan tersebutdalam berkembang.

à Perbedaan Kepercayaan

- Setiap orang mempunyai perbedaan kepercayaan yang menuntut mereka kearah yang berbeda. Ini bisa sangat sulit diselesaikan, karena mereka sangat obyektif daripada ketidaksetujuan atas produk yang lain, level inventaris / tujuan promosi.

à Status yang Terancam

- Status sosial seseorang dalam suatu kelompok sangat , jika satu status terancam “ Face saving “ menjadi kekuatan yang memaksa seseorang berysaha me- maintain image yang diinginkan.

à Persepsi yang Bertentangan

- Orang mempunyai pandangan yang berbeda karena pengalaman dan harapan yang berbeda. Mereka merasa pendapatnya harus sama dengan yang lain.

- Kadang mereka lupa bahwa orang bisa mempunyai persepsi yang berbeda terhadap satu obyek yang sama.

Effects of Conflict

à Keuntungan : Orang di pacu untuk meningkatkan diri untuk mencapai hasil yang lebih baik ( lebih kreatif )

à Kelemahan :

- Kerjasama bisa rusak ( tidak ada saling percaya )

- Level stres meningkat.

- Motivasi kerja menurun

Model of Conflict

a. Conflict Outcome

1. Lose – Lose à Tidak ada yang di untungkan

2. Lose – Win à Situasi dimana salah satu orang ( A ) dianggap kalah dan yang lain di anggap menang ( B )

3. Win – Lose à Situasi sebaliknya dari yang diatas.

4. Win – Win à Situasi dimana 2 orang tersebut menyadari bahwa mereka berada di posisi yang lebih dibandingkan dengan pada saat awal konflik dimulai.

b. Participant Intentions

Hasil konflik adalah hasil akhir dari intensitas keterlibatan sepert stategi mereka.

c. Resolution Strategies

Intenstion membantu seseorang untuk memilih strategi yang akan mereka gunakan dalam memecahkan konflik. Ada 4 pendekatan :

1. Avoiding à Menjauhkan diri baik secara fisik maupun mental dari konflik

2. Smoothing à Mengakomodasi kepentingan / menjembatani

3. Forcing à Menggunakan taktik kekuatan untu menang.

4. Konfronting à Menghadapi konflik secara langsung dan berusaha mencapai resolusi yang memuaskan.

  1. PEMBAHASAN

Resolusi strategi dari masalah ini, karena merupakan Conflict Outcome , kami menggunakan Resolusi strategi ”confronting” à Win – Win. Dengan alasan ketika orang mendapat suatu kemenangan, mereka akan cenderung merasa puas. Dengan demikian tidak ada yang dirugikan, kedua belah pihak mendapatkan kemenangan. Hal ini akan meredakan konflik antar mereka. Survey harus teliti dalam malakukan observasi, dan mungkin jika memang tidak memenuhi syarat, bisa di ajukan persyaratan yang lebih agar perusahaan tidak di rugikan oleh konsumen. Atau bisa dengan di jamin oleh marketing yang membawanya. Dengan demikian, survey akan lebih percaya pada konsumen tersebut. Cara ini akan membuat senua pihak puas. Selain perusahaan yang untung dengan mendapat konsumen, merketing juga merasa menang karena dapat mengejar target mereka, demikian juga dengan konsumen yang dapat mengambil barang kredit mereka.

Resolution Strategi Probable outcome

Avoidance Lose – Lose

Smothing Lose – Win

Forcing Win – Lose

Confronting Win – Win

  1. KASUS

PT. Bintang Utama Cemerlang adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Electronic dan Furniture Distributor yang telah memiliki beberapa cabang di beberapa kota. Di Salatiga perusahaan ini berkantor di jl. Taman Pahlawan 63 Salatiga. Mereka memberi kredit harian untuk para konsumennya. Di perusahan ini terdapat banyak karyawan marketing yang siste gajunya dengan mendapat 7 % dari total hasil penjulan mereka. Dan jika memenuhi target, mereka akan mendapat bonus bulanan sesuai persentasi dari target mereka. Tapi kebanyakan konflik yang muncul di perusahaan ini adalah antara karyawan bagian marketing dengan bagian survey. Karyawan marketing merasa sangat sulit jika ingin mendapatkan ACC barang dari survey, dengan alasan konsumen tidak memenuhi syarat. Padahal perusahaan ini memberi persyaratan kepada konsumen hanya dengan foto copy KTP. Di sisi lain, para marketing ingin mengejar target untuk mendapatkan bonus bulanan. Bahkan dengan sulitnya ACC dari survey, para konsumen yang dengan sungguh – sungguh ingin mengambil barang merasa sangat jengkel. Hal ini akan membuat para konsumen tidak puas dengan kinerja para karyawan perusahaan ini. Bahkan akan mengurangi kepercayaan mereka terhadap perusahaan.

Thursday, 6 March 2008

movere

MOTIVASI

Motivasi berasal dari kata movere ( latin ) ; to move – bergerak. Beberapa definisi motivasi ;

Evan ( 1989 )

Menunjuk pada pengaruh – pengaruh yang mengatur inisiatif, arah, intensitas dan keajegan dilakukannya prilaku.

Winkel ( 1989 )

Keseluruhan daya penggerak psikis didalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan tertentu, menjamin kelangsungan kegiatan tersebut dan memberiakan arah pada kegiatan tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Purwanto ( 1994 )

Suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi prilaku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu, sehingga mencapai hasil / tujuan tertentu.

Huffman, dkk (1999)

Adalah proses aktivasi, pemeliharaan ( maintenance ) dan pengarahan prilaku terhadap suatu tujuan.

Kesimpulan ada 3 aspek motivasi ;

  1. Daya penggerak ( kebutuhan ) yang menimbulkan usaha
  2. Arah dan tujuan yang hendak dicapai.
  3. pemeliharaan usaha yang terus menerus

TEORI TEORI MOTIVASI

Secara umum terbagi dalam Teori Biologis dan Teori Psikososial

@ Teori Biologis

Teori – teori yang berorientasi biologis cenderung menjelaskan munculnya motivasi dari proses bawaan yang cenderung mengontrol dan mengarahkan prilaku. Yang termasuk dalam teori ini adalah;

  • Teori insting

Insting adalah pola motorik yang sudah kaku – menetap, yang tidak dipelajari, yang diakarakteristikan oleh spesiesnya ( khas spesiesnys ) dan memiliki dasar keturunan / bawaan / genetik yang terikat oleh proses evolusi spesies tersebut.

Teori ini percaya bahwa prilaku manusia dibimbing oleh insting manusia tersebut.

William Mc. Dougall ( 1908 ) ; Manusia memiliki banyak insting, antara lain ; keingintahuan, berteman, reproduksi berkelahi, dsb ( biasa sisebut naluri )

Samapi 10.000 macam à diragukan kebenaranya

Edward O. Wilson ( 1975 )à” sociobiology “ faktor genetik dan biologi membentuk berbagai prilaku sosial baik pada manusia maupun hewan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

  • Teori Drive-Reduction ( Pengurangan dorongan )

Tahun 1930 –an konsep drive menggantikan konsep insting

Menurut teori Drive Reduction ( Hull, 1952; Spence, 1951 )

àSemua makhluk hidup memilki kebutuhan biologis tertentu ( makan, minum, oksigen,dll )yang harus terpenuhi supaya mereka dapat bertahan hidup. Hemeostasis ; kecenderungan untuk mempertahankan / memelihara keseimbangan lengkungan internal.

àBila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan muncul kondisi ketenggan ( tension )à menimbulkan drive / dorongan pada individu untuk mengurangi ketegangan tersebut, yaitu termotivasi untuk berprilaku tertentu guna mengurangi ketegangan à konsep hemeostasis untuk selalu menjaga ekuilibrium ( bila hemeostasis menyimpang )

  • Teori Arousal

Konsep :

Arousal àlevel umum pembangkitan yang ditunjukkann dari beberapa sistem fisiologis, misal aktivitas elektris dalam otak, debar jantung ketegangan otot, dsb.

Normalnya Arousal paling rendah pada saat tidur lelap, paling tinggi pada saat panik / gembira yang ekstrim

Teori

Manusia termotivasi untuk berprilaku tertentu yang memungkinkan terpeliharanya level Arousal yang optimalà Bila terlalu tinggi Arousalnya akan diturunkan, bila terlalu rendah akan dinaikkan.

à Masing – masing individu memiliki level kondisi Arousal yang berbeda – beda, tergantung dari usia dan type kepribadiannya ( Ekstrovert – Introvert )

@ Teori Psikososial

  • Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Ada 5 jenjang kebutuhan :

1. Faali : Rasa lapar, haus, seks, sandang, papan

2. Keamanan : Keselamatan dan perlindungan dari kerugian fisik dan emosional

3. Sosial : Rasa kasih sayang, rasa dimiliki, diterima baik dan persahabatan

4. Penghargaa : Memperoleh rasa hormat internal ( harga diri, ekonomi, prestasi ) dan eksternal ( Status, pengakuan dan perhatian )

5. Aktualisasiu diri : mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

  • Teori ERG ( Clayton Alderfer )

Ada 3 kelompok kebutuhan manusia :

1. Exsistence (eksistensi)à kebutuhan faali dan keamanan

2. Relatedness (hubungan)à memelihara hubungan sosial

3. growth (pertumbuhan)à penghargaan dan aktulisasi diri

  • Teori Kebutuhan Mc. Clelland

Ada 3 kebutuhan utama :

1. Need of Achivement à dorongan untuk mengungguli, berprestasi terhadap sejumlah standar – standar tertentu dan berusaha keras untuk sukses

2. Need of Power à kebutuhan untuk membuat orang lain berprilaku menurut cara cara / aturan aturan tertentu, yang mana orang lain tersebut pada umumnya tidak akan berprilaku demikian ( jika tidak di paksa )

3. Need of Affiliation à hasrat untuk menjalin hubungan antar pribadi yang ramah dan akrab

Tuesday, 4 March 2008

bahan

Motivasi dalam Memilih Pacar beda Agama

I. LATAR BELAKANG

Penelitian ini berawal dari rasa ingin tahu peneliti terhadap hubungan cinta antara sesama manusia dengan perbedaan yang sangat berpengaruh terhadap dasar keimanan manusia terhadap Tuhannya. Apakah hubungan yang bermula dari sekedar pacaran dengan dasar agama yang berbeda hanya didasari oleh dorongan - dorongan cinta semata, atau ada dorongan lain yang membuat mereka menjalin hubungan tersebut. Kemungkinan terbesar, jika memang mereka serius dalam berhubungan dan samapai ke jenjang pernikahan mereka akan hidup dalam satu keyakinan, walaupun tidak sedikit pasangan yang bisa hidup berkeluarga dengan berbeda agama atau keyakinan. Oleh karena itu pasti ada salah satu pihak yang harus dikorbankan, atau mengikuti agama pasanganya. Di Indonesia atau di KUA ( Kantor Urusan Agama ), untuk menikah diharuskan dengan pasangan yang se-agama. KUA ( Kantor Urusan Agama ) yang menangani hal ini telah mengaturnya. Mungkin jika ada pasangan yang beda agam akan sulit untuk melakukan pernikahan.

Banyak sekali definisi tentang motivasi. Bagi banyak orang, motivasi sering diartikan sebagai suatu dorongan. Menurut Carlson ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ), motivasi memiliki aspek yang berasal dari sejumlah alasan atas ketidakkonsistenan prilaku, motivasi mengacu pada sebuah “driving force” yang menggerakan kita pada kegiatan / aksi tertentu namun lebih akurat apabila motivasi bukanlah sebuah force/ tenaga melainkan sebagai efek prilaku dari rangsangan keinginan dan keenganan serta rangsangan diskriminasi yang telah diasosiasikan dengan hal tersebut di masa lampau.

Teori motivasi mulai berkembang pesat sejak tahun 1950-an dengan tahap pembentukan konsep tentang motivasi dan teori-teori dasar. McClelland’s Theory of need oleh David McClelland ( dalam Rosana Dewi Yunita,2000 ), memfokuskan pada tiga kebutuhan penting yang didefinisikan sebagai berikut ;

1. Need for Achivement

Adalah dorongan untuk mengungguli, pencapaian tertentu.

2. Need for Power

Adalah kebutu7han untuk membuat orang lain berprilaku sejalan atau mereka tidak akan berprilaku sebaliknya.

3. Need for Affiliation

Adalah keinginan untuk bersahabat dan hubungan/ keterkaitan interpersonal yang dekat.

Egan ( dalam Moordiningsih, 2000 ) menyatakan pengambilan keputusan adalah kegiatan – kegiatan internal ( mental ) dalam melakukan pilihan dari beberapa alternatif pilihan.pengambilan keputusan dalam pengertian yang lebih lengkap mencakup pula penerapan atau konsekuensi secara nyata dari keputusan yang diambil.

Proses pengambilan keputusan ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Individu dihadapkan pada dua alternatif pilihan, dimana ia harus menentukan kecenderungan sikap atau prilaku yang akan diambil. Berbagai proses psikologis yang menyangkut aspek perasaan, pikiran maupun pengalaman individu terlibat dalam pengambilan keputusan. Dari sisi psikis bukanlah suatu hal mudahbagi seseorang untuk memutuskan suatu hal yang menyangkut dirinya sendiri.

Dalam pengambilan keputusan tersebut dibutuhkan suatu sikap yang mendorong seseorang untuk melakukannya. Dalam hal ini, motivasi sangatlah berpengaruh. Faried ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ) menyatakan motivasi sebagai suatu dorongan dalam hati dan terjadi ketika hati telah tertembus oleh hidayat oleh Tuhan. Sedangkan menurut Wexley & Yulk ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ) menyatakan bahwa motivasi adalah proses yang olehnya prilaku didorong dan diarahkan.

ROBBINS (2001) mendefinisikan pengambilan keputusan terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah. Ada suatu penyimpangan antara dewasa ini dengan kedaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternatif. Setiap keputusan menunntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Lazimnya data diterima dari berbagai sumber dan kemudian disaring, diproses dan ditafsirkan.

Lebih spesifik menurut Robbins (2001) pengambilan keputusan rasional mempunyai arti membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten dalam batas-batas tertentu yang bertujuan memaksimalkan atau mengoptimalkan hasil (outcome)

Ada 6 langkah model dalam pengambilan keputusan rasional menurut Robbins:

1. Tetapkan masalah

2. Identifikasi kriteria keputusan

3. Alokasikan bobot pada kriteria

4. Kembangkan alternatif

5. Evaluasilah alternatif

6. Pilih alternative terbaik

Dill (dalam Islamy 2002) mendefinisikan suatu keputusan adalah suatu pilihan terhadap pelbagai alternative. Suatu proses dalam dimana pilihan-pilihan dibuat untuk mengubah ( atau tidak mengubah ) suatu kondisi yang ada, memilih serangkaian tindakan yang paling tepat untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan untuk mengurangi resiko-resiko, ketidakpastian dan pengurangan sumber-sumber dalam rangka mengejar tujuan.

Oleh karena itu pembuatan keputusan merupakan penentuan serangkaian tindakan ( a course of action ), maka proses pembuatan keputusan dilakukan terus menerus dan tidak mengenal berhenti.

Kesimpulan dari penagambilan keputusan adalah saat dimana ketika seseorang dengan berpikir rasional, memilih dan memutuskan atas beberapa pilihan yang diharapkan atau suatu peristiwa yang dihadapi.


“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002: 807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; [atau] berkasih-kasihan [dengan sang pacar]. Memacari adalah mengencani; [atau] menjadikan dia sebagai pacar.”).

Setiap orang harus beragama dan agama itu harus merupakan agama yang sejalan dengan pemikiran intelektual. Tanpa suatu agama, manusia menjadi bahaya di dalam masyarakat. Para ilmuwan dan ahli ilmu jiwa telah memperluas wawasan kita, tetapi mereka tidak memberikan suatu tujuan hidup kepada kita. Hanya agamalah yang dapat memberikan tujuan hidup kepada kita. Oleh karena itu, manusia harus memilih agama yang rasional dan bersifat ilmiah sesuai dengan keyakinannya. Tak seorangpun hendaknya memanfaatkan kemiskinan, kebutahurufan, atau perasaan emosional manusia untuk memaksa orang lain untuk menerima

suatu agama tertentu. Manusia hendaknya bebas memilih agamanya sendiri sesuai dengan kesukaan dan kemampuan intelektualnya. Menganut suatu agama secara membuta, tanpa suatu pengertian, akan mengaburkan nilai-nilai spiritual agama itu. Manusia bukanlah binatang. Mereka memiliki kecerdasan dan akal sehat untuk membedakan antara sesuatu yang baik dan sesuatu yang

buruk. Mereka dapat menyeseuaikan diri mereka sendiri dengan keadaan di sekitarnya. Oleh karena itu, mereka dapat memilih suatu agama yang secara logis sehat dan dapat membangkitkan semangat.

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi".[1]. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. http://id.wikipedia.org/wiki/Agama

1. Dalam bahasa Sansekerta

1. Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "tradisi".

2. Dalam bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).

3. Agama itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).

2. Dalam bahasa Latin

1. Agama itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)

2. Agama itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz)

3. Dalam bahasa Eropa

1. Agama itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).

2. Agama itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat ruhani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield)

4. Dalam bahasa Indonesia

1. Agama itu hubungan manusia Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).

2. Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997)

5. Dalam bahasa Arab

1. Agama dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :

1. taat

2. takut dan setia

3. paksaan

4. tekanan

5. penghambaan

6. perendahan diri

7. pemerintahan

8. kekuasaan

9. siasat

10. balasan

11. adat

12. pengalaman hidup

13. perhitungan amal

14. hujan yang tidak tetap turunnya

15. dll

2. Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.

Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.

Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas. http://id.wikipedia.org/wiki/Agama

Wednesday, 6 February 2008

motivasi

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Motivasi dalam Pengambilan Keputusan Pembelian HP

I. PENDAHULUAN

Pada saat ini banyak sekali kemajuan – kemajuan yang dialami terutama dalam bidang teknologi. Pada perusahaan – perusahaan yang memproduksi barang, kualitas sangat berpengaruh dalam proses penjualan. Disamping itu, konsumen juga dipengaruhi oleh beberapa aspek dalam penagambilan keputusan untuk membeli suatu barang, terutama untuk produk Handphone yang sedang digemari oleh masyarakat.

Egan ( dalam Moordiningsih, 2000 ) menyatakan pengambilan keputusan adalahkegiatan – kegiatan internal ( mental ) dalam melakukan pilihan dari beberapa alternatif pilihan.pengambilan keputusan dalam pengertian yang lebih lengkap mencakup pula penerapan atau konsekuensi secara nyata dari keputusan yang diambil.

Proses pengambilan keputusan ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Individu dihadapkan pada dua alternatif pilihan, dimana ia harus menentukan kecenderungan sikap atau prilaku yang akan diambil. Berbagai proses psikologis yang menyangkut aspek perasaan, pikiran maupun pengalaman individu terlibat dalam pengambilan keputusan. Dari sisi psikis bukanlah suatu hal mudahbagi seseorang untuk memutuskan suatu hal yang menyangkut dirinya sendiri.

Dalam pengambilan keputusan tersebut dibutuhkan suatu sikap yang mendorong seseorang untuk melakukannya. Dalam hal ini, motivasi sangatlah berpengaruh. Faried ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ) menyatakan motivasi sebagai suatu dorongan dalam hati dan terjadi ketika hati telah tertembus oleh hidayat oleh Tuhan. Sedangkan menurut Wexley & Yulk ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ) menyatakan bahwa motivasi adalah proses yang olehnya prilaku didorong dan diarahkan.

ROBBINS (2001) mendefinisikan pengambilan keputusan terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah. Ada suatu penyimpangan antara dewasa ini dengan kedaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternatif. Setiap keputusan menunntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Lazimnya data diterima dari berbagai sumber dan kemudian disaring, diproses dan ditafsirkan.

Lebih spesifik menurut Robbins (2001) pengambilan keputusan rasional mempunyai arti membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten dalam batas-batas tertentu yang bertujuan memaksimalkan atau mengoptimalkan hasil (outcome)

Ada 6 langkah model dalam pengambilan keputusan rasional menurut Robbins:

1. Tetapkan masalah

2. Identifikasi kriteria keputusan

3. Alokasikan bobot pada kriteria

4. Kembangkan alternatif

5. Evaluasilah alternatif

6. Pilih alternative terbaik

Dill (dalam Islamy 2002) mendefinisikan suatu keputusan adalah suatu pilihan terhadap pelbagai alternative. Suatu proses dalam dimana pilihan-pilihan dibuat untuk mengubah ( atau tidak mengubah ) suatu kondisi yang ada, memilih serangkaian tindakan yang paling tepat untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dan untuk mengurangi resiko-resiko, ketidakpastian dan pengurangan sumber-sumber dalam rangka mengejar tujuan.

Oleh karena itu pembuatan keputusan merupakan penentuan serangkaian tindakan ( a course of action ), maka proses pembuatan keputusan dilakukan terus menerus dan tidak mengenal berhenti.

Kesimpulan dari penagambilan keputusan adalah saat dimana ketika seseorang dengan berpikir rasional, memilih dan memutuskan atas beberapa pilihan yang diharapkan atau suatu peristiwaw yang dihadapi.


Belakangan ini, produk yang sangat melonjak dan menjadi pusat perhatian masyarakat dalah handphone. Sering terjadi fenomena – fenomena tentang pembelian produk ini, dengan semakin banyaknya produk ini berada di pasaran. Dari sinilah peneliti berangakat untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dominan berperan dalam pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian handphone.

II. LANDASAN TEORI

Banyak sekali definisi tentang motivasi. Menurut Carlson ( dalam Rosana Dewi Yunita, 2000 ), motivasi memiliki aspek yang berasal dari sejumlah alasan atas ketidakkonsistenan prilaku, motivasi mengacu pada sebuaj “driving force” yang menggerakan kita pada kegiatan/ aksi tertentu namun lebih akurat apabila motivasi bukanlah sebuah force/ tenaga melainkan sebagai efek prilaku dari rangsangan keinginandan keenganan serta rangsangan diskriminasi yang telah diasosiasikan dengan hal tersebut di masa lampau.

Teori motivasi mulai berkembang pesat sejak tahun 1950-an dengan tahap pembentukan konsep tentang motivasi dan teori-teori dasar. McClelland’s Theory of need oleh David McClelland ( dalam Rosana Dewi Yunita,2000 ), memfokuskan pada tiga kebutuhan penting yang didefinisikan sebagai berikut ;

1. Need for Achivement

Adalah dorongan untuk mengungguli, pencapaian tertentu.

2. Need for Power

Adalah kebutu7han untuk membuat orang lain berprilaku sejalan atau mereka tidak akan berprilaku sebaliknya.

3. Need for Affiliation

Adalah keinginan untuk bersahabat dan hubungan/ keterkaitan interpersonal yang dekat.

Gelatt ( dalam Egan 1990 ) menyatakan bahwa ada tiga langkah dalam pengambilan keputusan yaitu pengumpulan informasi, melakukan analisis dan membuat pilihan. Tversky dan Kahneman ( dalam Solso, 1988 ) membuat definisi tentang rancangan keputusan yaitu konsep-konsep dari pembuatan keputusan meliputi tindakan-tindakan, hasil dan berbagai kemungkinan yang timbul dari sebuah pilihan. Rancangan ini dibuat oleh seseorang untuk membuat keputusan yang dikendalikan oleh formulasi masalah yang dihadapi maupun norma, kebiasaan dan karakteristik pribadi seseorang.

Menurut Egan ( dalam Moordiningsih,2000 ) para pengambilan keputusan kadang-kadang melakukan tindakan sebagai berikut ;

1. Melewati beberapa pertimbangan untuk dianalisis dan segera mengambil pilihan

2. Pura-pura melakukan analisis karena kriteria untuk mengambila keputusan belum diketahui

3. Menghindar atau berlambat-lambat dalam mengambil keputusan untuk mengalihkan tanggung jawab.

4. Panik dan terburu-buru

5. Dikuasai oleh sesuatu yang tampaknya bena, tindakan dan situasi yang menonjol atau tekanan pihak lain yang dominan

6. Keputusan yang diambil dilakukan setengah hati.

7. Menentukan pilihan namun tidak disertai tindakan.

8. Tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan keputusan yang diambil.

Pengertian telepon

Dengan adanya telepon sebagai sarana komunikasi, penyampaian informasi dari suatu pihak kepihak lainnya semakin efektif dan efesien. Telepon berasal dari kata tele yang berarti jauh dan phone yang artinya suara berhubungan. Telepon yaitu penyampaian informasi dari suatu pihak kepihak lainnya dari jarak jauh, baik dalam lingkungan sendiri maupun keluar kantor. Alat yang pergunakan untuk penyampaian dan sekaligus berfungsi untuk mendengarkan suara atau pembicaraan disebut pesawat telepon. Sedangkan penyampaian isnformasi dari jarak jauh dengan mempergunkan pesawat telepon sering disebut dengan istilah telephoning atau peneleponan. Saat ini, penggunaan telepon sabagai sarana komunikasi sangatlah penting terutama bagi para pengusaha. Sebab pembicaraan lewat telepon dapat diartikan pula sebagai pembicaraan langsung tatap muka dan dapat mewakili diri pribadi atau yang lainya.

http://media.diknas.go.id/media/document/4743.pdf

III. METODELOGI PENELITIAN