Tuesday, 18 November 2008

karir2

Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://www.geocities.com/reni_rosari/msdm/SESI7-MANAJEMENKARIR.pdf.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.
Page 1
1
Reni Rosari
FE UGM
6-1
Reni Rosari
FE UGM
MANAJEMEN KARIR DAN
PERLAKUAN YANG ADIL
6-2
Reni Rosari
FE UGM
Konsep dan Logika Karir
KARIR
tahap-tahap perkembangan pengalaman kerja
seseorang selama masa kerjanya
atau
pola pengalaman-pengalaman yang berhubungan
dengan kerja sepanjang hidup seseorang
Pengalaman kerja menyangkut posisi, pengalaman
bekerja dan tugas.
6-3
Reni Rosari
FE UGM
Manajemen Karir
Karir tidak lagi dilihat sebagai kemajuan linear
ke atas (upward linear progression) tapi secara
terus menerus perlu dibuat dan diciptakan
kembali karena perubahan lingkungan kerja
Company’s
needs
Employee’s
long-term
interests
Human
resource
activities
6-4
Reni Rosari
FE UGM
Perencanaan &
Pengembangan Karir
Proses yang sengaja dibuat melalui mana seseorang
menjadi sadar akan atribut-atribut yang berkaitan
dengan karir personal (personal career-related
attributes) dan serangkaian panjang tahap-tahap yang
menyumbang pada pemenuhan karir dia
proses dimana seseorang menjadi peduli
dengan karir dan atributnya serta jenjang yang
harus dilalui untuk dicapainya
D
e
f
in
is
i
D
e
f
in
is
i
6-5
Reni Rosari
FE UGM
Perencanaan
karier
Jalur karier
Sasaran-
sasaran
karier
Pengembangan
karier
Umpan balik
6-6
Reni Rosari
FE UGM
Perencanaan & Pengembangan Karir
Perencanaan Karir
proses melalui mana seseorang memilih
sasaran karier, dan jalur ke sasaran tersebut
Pengembangan Karir
peningkatan-peningkatan pribadi yang
dilakukan seseorang untuk mencapai suatu
rencana karir
2
Reni Rosari
FE UGM
6-7
Reni Rosari
FE UGM
Career focus chart
6-8
Reni Rosari
FE UGM
SDM: Fokus Tradisional dan Fokus Pengembangan Karir
Menambah orientasi
pertumbuhan individual
Memberikan peluang
ketrampilan, informasi, an
sikap berhubungan dengan
jabatan
Pelatihan dan
Pengembangan
Menambah informasi
tentang minat, pilihan, dan
semacamnya dari individu
thd. data
Memberikan informasi jalur
karir
Menganalisis jabatan,
ketrampilan, tugas –
sekarang dan di masa yad
Memproyeksikan
kebutuhan
Menggunakan data statistik
Pengembangan
sumberdaya
manusia
FOKUS PENGEMBANGAN
KARIR
FOKUS TRADISIONAL
KEGIATAN
6-9
Reni Rosari
FE UGM
SDM: Fokus Tradisional dan Fokus Pengembangan Karir
• Menambah rencana
pengembangan dan
penetapan tujuan individual
• Menilai dan/atau
memberi imbalan
Penilaian kinerja
• Menambah kegiatan yg. tdk.
berhubungan dg. jabatan
untuk diberikan imbalan,
seperti posisi kepemimpinan
Memberikan imbalan
untuk waktu,
produktivitas, bakat,
dll.
Kompensasi
dan tunjangan
lain
• Mencocokkan individu dan
jabatan berdasarkan
sejumlah variabel termasuk
minat karir karyawan
Mencocokkan
kebutuhan organisasi
dengan individu yang
memenuhi syarat
Perekrutan dan
penempatan
FOKUS PENGEMBANGAN
KARIR
FOKUS TRADISIONAL
KEGIATAN
6-10
Reni Rosari
FE UGM
Sistem Perencanaan Karir
membantu karyawan, manajer, dan perusahaan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karir
Perencanaan karir
proses melalui mana karyawan:
Menyadari minat, nilai, kekuatan, dan kelemahan mereka
Memperoleh informasi tentang peluang kerja dalam perusahaan
Mengidentifikasi tujuan karir
Menetapkan rencana tindakan untuk mencapai tujuan karir
Komponen sistem perencanaan karir meliputi self-assessment, reality
check, penentuan tujuan, dan rencana tindakan
6-11
Reni Rosari
FE UGM
Peran Individual dalam
Pengembangan Karir
Tiap-tiap orang harus bertanggung jawab
terhadap karir mereka sendiri:
Menilai keinginan/minat (interests),
Ketrampilan (skills) & nilai (values)
Mengambil langkah yang dibutuhkan untuk
mencapai karir yang diinginkan dan
menyenangkan
6-12
Reni Rosari
FE UGM
Peran Individual dalam
Pengembangan Karir
bertanggung jawab untuk karir mereka sendiri
mengetahui minat, ketrampilan dan nilai mereka sendiri
mengambil inisiatif untuk menanyakan umpan balik tentang
kekuatan dan kelemahan keahlian mereka dari manajer dan
rekan kerja
mencari informasi dan rencana karir
mengidentifikasi tahap pengembangan karir dan
pengembangan kebutuhan
memanfaatkan peluang pengembangan-peroleh
kesempatan belajar yang luas
berinteraksi dengan karyawan dari kelompok kerja lain baik
dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan
3
Reni Rosari
FE UGM
6-13
Reni Rosari
FE UGM
MEMBUAT PILIHAN KARIR
Ada tiga faktor utama yang menentukan pilihan karir seseorang:
Person-job-fit:
how well a particular job matces an individual’s skills,
interests, and values.
Holland’s Theory of Vocational Choice - teori yang menyatakan
bahwa orang akan berprestasi terbaik pada pekerjaan yang sesuai
dengan sifat dan kepribadian mereka
Self-concepts:
how well that specific job compares to their images of who
they are
Career Anchors – konsep diri pekerjaan seseorang berdasarkan pada
bakat, kemampuan, nilai, kebutuhan, dan motivasi yang mereka
persepsikan miliki – (1) technical or functional; (2) Managerial
competence, (3) Security and stability, (4) Creativity and
entrepreuneurship, (5) Autonomy and independence
Job opportunity
HOLLAND’S THEORY OF VOCATIONAL CHOICE
Accountant
Banker
Actuary
Performing systematic
manipulation of data or
information
Conventional
Dependable,
disciplined, orderly,
practical, efficient
Manager
Politician
Stockbroker
Leading others, achieving
goals through others in a
results-oriented environment
Enterprising
Confident, energetic,
assertive, high need
for power
Social worker
Counselor
Nurse
Serving or helping others;
working in teams
Social
Sociable, outgoing,
conscientious, need
for affection
Novelist
Advertising copy-writer
Sculptor
Creating new products or
ideas, especially in an
unstructured setting
Artistic
Creative, impulsive,
idealistic, intuitive,
emotional
Systems analyst
Dentist
Scientist
Discovering, collecting,
analyzing, and solving
problems
Investigative
Analytic, introverted,
reserved, precise,
curious
Auto mechanic
Assembly worker
Mechanical engineer
Working with hands,
machines, or tools, focus on
tangible results
Realistic
Practical, shy,
materialistic, stable
…and that you would be
successful in the following
occupations:
…which means that you would
like to work in the following
environments
…you are classified
into the following
Holland type
If you have the
following personality
traits
6-15
Reni Rosari
FE UGM
Peran Manajemen dalam
Pengembangan Karir
Manajemen harus menyediakan
kesempatan berkembang, umpan balik
feedback dan penilaian yang berorientasi
kepada karir (career-oriented appraisals)
6-16
Reni Rosari
FE UGM
Peran Manajer dalam
Pengembangan Karir
memberikan umpan balik kinerja yang tepat waktu
memberikan dukungan dan penilaian pengembangan
berpartisipasi dalam diskusi pengembangan karir
memberikan dukungan rencana pengembangan karyawan
Peranan Manajer dalam sistem perencanaan adalah sebagai:
Pelatih: mendengar, menjelaskan, menyelidiki, menyatakan
keprihatinan
Penilai: memberikan umpan balik, menyatakan standar,
menjelaskan tanggung jawab jabatan
Penasehat: menghasilkan pilihan, membantu menetapkan tujuan,
merekomendasi
Referall agent (agen rujukan): menautkan karyawan dengan
sumberdaya/orang, mengkonsultasikan rencana tindakan
6-17
Reni Rosari
FE UGM
Peran Perusahaan dalam
Pengembangan Karir
Komunikasikan misi, kebijakan dan prosedur
Berikan peluang pelatihan dan pengembangan
Berikan informasi karir dan program karir
Tawarkan satu keanekaragaman pilihan karir
Menyediakan sumberdaya yang diperlukan bagi kesuksesan
perencanaan karir
Sumberdaya meliputi: workshop karir, pusat atau sistem
informasi tentang karir, buku kerja perencanaan karir,
konsultasi karir, dan jalur karir.
- perlu memonitor sistem perencanaan karir untuk menjamin
bahwa manajer dan karyawan menggunakan sistem seperti
yang diinginkan dan untuk mengevaluasi apakah membantu
perusahaan dalam mencapai tujuan
6-18
Reni Rosari
FE UGM
Peran Perusahaan
Posting job openings
Formal education
Career-oriented
performance appraisals
Management
counseling
HR counseling
Retirement
preparation
Succession planning
Lateral development
Praktek-praktek manajemen karir termasuk:
4
Reni Rosari
FE UGM
6-19
Reni Rosari
FE UGM
Peran Perusahaan
Langkah-langkah yang diambil untuk karyawan baru
& potensial
Memberi realistic job previews
Menyediakan challenging 1
st
jobs
New employee mentoring
Planning workshop & software
6-20
Reni Rosari
FE UGM
Good Management
Menghindari reality
shock
Merencanakan job
rotation
Menyediakan mentoring
6-21
Reni Rosari
FE UGM
Workshops Karir
A planned learning event
Kegiatan workshop termasuk:
Self-assessment
Environmental assessment
An individual segment
Career planning
software
6-22
Reni Rosari
FE UGM
Manajemen Promosi &
Transfer
Keputusan-keputusan promosi atau
kenaikan posisis dengan tanggung
jawab lebih besar meliputu:
Apakah berdasar senioritas atau kompetensi?
Bagaimana kompetensi diukur?
Apakah akan dilakukan secara formal atau
informal?
Apakah arahnya vertikal, horizontal, atau yang
lain?
6-23
Reni Rosari
FE UGM
Manajemen Promosi untuk
Perempuan
EMPLOYERS
Take career interests
seriously
Make promotion process
fair
Flexible career tracks
EMPLOYEES
Learn, understand
the business
Be seen as capable
Find & use a mentor
Train yourself
Know what you want
6-24
Reni Rosari
FE UGM
Penanganan Transfer
A transfer: a lateral move to another job with no
change in salary or grade
Transferees are looking for:
Personal enrichment
Interesting jobs
Convenience
Better hours or location
Transfers should result in better productivity
5
Reni Rosari
FE UGM
6-25
Reni Rosari
FE UGM
Penanganan mutasi (transfer)
Alasan mutasi/transfer
Dampak mutasi/transfer terhadap
keluarga karyawan
Penanganan Transfer
6-26
Reni Rosari
FE UGM
Manajemen Karir & Komitmen
Answer:
Provide them with an opportunity to self-actualize,
develop & reach their potential in order to be
more marketable should they be let go
Question:
In these times of rapid change & mergers how do
you get the employees to keep the company’s best
interest at heart if the company doesn’t seem to or is
unable to care about what’s good for the employee?
6-27
Reni Rosari
FE UGM
Manajemen Karir & Komitmen
Penyediaan kegiatan-kegiatan
pengembangan
Penilaian berorientasi karir
Career records/job posting systems
6-28
Reni Rosari
FE UGM
Program
Pengembangan Karir
Program Pengembangan Karir termasuk:
Career planning seminars
Provide classes, counseling & tutoring
Offer workshops
Tuition reimbursement
6-29
Reni Rosari
FE UGM
Penilaian berorientasi karir
(Career-Oriented Appraisals)
Foster commitment
Indicates promotability and
developmental needs
6-30
Reni Rosari
FE UGM
6
Reni Rosari
FE UGM
6-31
Reni Rosari
FE UGM
6-32
Reni Rosari
FE UGM
Career-oriented Job
Placement
Lima tahapan yang digunakan secara rutin oleh
internal placement centers (IPC):
Conduct an internal, external, or combined search
Manager completes job description for the position
Recruiter posts current job opportunities
Interested employees apply for the position
Center coordinator assesses each applicant
6-33
Reni Rosari
FE UGM
Perlakuan Adil – Mengapa
memperlakukan karyawan
secara adil?
Powerful management tool
Knowledge-based company
Attitudes and behavior
Building trust
Can achieve goals jointly
6-34
Reni Rosari
FE UGM
Mengelola perlakuan adil
(Managing Fair Treatment)
Menciptakan lingkungan yang lebih baik
Employee’s assertiveness influences
supervisor’s fairness
Large organizations must work hard to set up
fair work procedures
Fair treatment reflects
underlying elements like
trust and respect
Fair treatment scale
6-35
Reni Rosari
FE UGM
Mengelola perlakuan adil
(Managing Fair Treatment)
Membangun komunikasi 2 arah
Use speak-up! programs
Opinion surveys
Top-down programs
6-36
Reni Rosari
FE UGM
Keadilan dalam Disiplin
Discipline: encouraging employees to
behave sensibly at work
Keadilan di sini berarti tiga hal:
Rules & regulations
A system of progressive penalties
An appeals process
7
Reni Rosari
FE UGM
6-37
Reni Rosari
FE UGM
Menekankan keadilan
dalam disiplin
Evidence supports wrongdoing
Due process rights protected
Warn first
Relevancy
Investigate fairly and adequately
Substantial evidence of misconduct
Beberapa petunjuk -
6-38
Reni Rosari
FE UGM
Menekankan keadilan
dalam disiplin(Cont.)
Evenhanded application
Penalty matches offense and history
Right to counsel
Maintain dignity
Burden of proof
Get the facts and be cool
6-39
Reni Rosari
FE UGM
Mempertimbangkan disiplin
tanpa hukuman
Non-punitive guidelines for recurring event:
Oral reminder
Issue formal written reminder & include
in file
Give paid one-day “decision-making
leave”
If no further incidents occur, purge their
file
6-40
Reni Rosari
FE UGM
Mengelola
Privacy Karyawan
About 75% of U.S. firms now record
and review some employee
communications
Electronic eavesdropping is legal - to
a point
6-41
Reni Rosari
FE UGM
Anda dipecat!
Dismissal is drastic – be careful!
Terminate at will
6-42
Reni Rosari
FE UGM
Alasan Pemecatan
Perusahaan memecat karyawan dengan 4 alasan:
unsatisfactory performance, misconduct, lack of
qualifications for the job, & changed requirements
Stealing
Chronic
lateness
Disregard
boss’s
authority
Refuse to
obey
Defying
company policy
Poor
work
quality
Publicly
criticize
boss
Disrespectful
Mutiny
Name that Grounds
Name that Grounds
8
Reni Rosari
FE UGM
6-43
Reni Rosari
FE UGM
Security Measures to
Take After a Dismissal
Use a checklist to ensure all company
property is returned
Walk employees out of the offices
Disable passwords & accounts
Have formal rules for return of portable
equipment like laptops & handhelds
6-44
Reni Rosari
FE UGM
Apa yang ditanyakan
sebelum pemecatan?
Written agreements?
Contracts?
Defamation (fitnah)
claims?
Discrimination?
Worker’s compensation?
Rules communicated?
Chance to explain or
correct?
Monies paid?
COBRA explained?
Reference response?
Reviewed file?
“Buy-out” considered?
6-45
Reni Rosari
FE UGM
Petunjuk Interview
Pemberhentian
Plan interview carefully
Get to the point – skip the small talk
Describe situation briefly as to why person is
being let go
Listen as person begin talking freely & calmly
about reasons for the termination
Review all elements of severance package
Identify subsequent steps employee will take
6-46
Reni Rosari
FE UGM
Outplacement
Outplacement counseling A systematic
process by which a terminated person is
trained and counseled in the techniques
of self-appraisal and securing a new
position
6-47
Reni Rosari
FE UGM
Exit Interviews
Exit interview questions to ask:
Why did you join the company?
Why did you decide to leave?
Was the job presented correctly & honestly?
Were your expectations met?
What was the workplace environment like?
Supervisor’s management style like?
Were there any special problem areas?
6-48
Reni Rosari
FE UGM
Bumping/Layoff
Procedures
Seniority:
Usually ultimately determines who will work
Can give way to merit or ability
Is usually based on the date employee joined
Is usually company-wide: an employee in one
job can displace another elsewhere, if the
senior person can do the job without further
training
9
Reni Rosari
FE UGM
6-49
Reni Rosari
FE UGM
Layoff
Alternatives
Voluntary reduction in pay
Voluntary time off
Rings of defense – the deliberate use of
temp or contract hires so that they can be
laid off rather than permanent hires
6-50
Reni Rosari
FE UGM
Adjusting to Downsizings
Guidelines for implementing a reduction
of force:
Identify objectives and constraints
Form a downsizing team
Address legal issues
Plan post-implementation actions
Address security concerns
6-51
Reni Rosari
FE UGM
Pensiun
Retirement for many employees is bittersweet
Pre-retirement counseling practices:
0%
20%
40%
60%
80%
100%
SSA Discussion
Leisure Time
Financial
Health
Psychological
Second Careers
% firms
practices

bhn karir

Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://shelmi.files.wordpress.com/2008/04/karir.ppt.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.




Karir

Bahan kuliah SDM

Syafrizal Helmi

  • karir,, merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan status kepegawaian seseorang dalam suatu organisasi sesuai dengan jalur karir yang telah ditetapkan organisasi.
  • karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang dipegang selama masa kerja seseorang. Karir menunjukkan perkembangan para karyawan secara individual dalam suatu jenjang atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerjanya dalam suatu organisasi.

Karier merupakan suatu arah umum yang dipilih oleh seseorang untuk mengejar keseluruhan kehidupan kerjanya (Mondy dan Noe, 1996).

karir mempunyai 3 (tiga) pengertian karir yang berbeda, yaitu:

  • Karir sebagai suatu rangkaian promosi jabatan atau mutasi ke jabatan yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki yang dialami oleh seorang tenaga kerja selama masa kerjanya.
  • Karir sebagai suatu penunjuk pekerjaan yang memiliki gambaran atau pola pengembangan yang jelas dan sistematis.
  • Karir sebagai suatu sejarah kedudukan seseorang, suatu rangkaian pekerjaan atau posisi yang pernah dipegang seseoranga selama masa kerjanya. Oleh karena itu, pengertian yang terakhir ini sangat luas dan umum, karena setiap orang pasti mempunyai sejarah pekerjaan yang berarti setiap orang pasti mempunyai karir.

PERENCANAAN KARIR

  • suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan bagi seorang karyawan dan anggota suatu organisasi sebagai individu untuk meniti proses kenaikan pangkat dan jabatan sesuai persyaratan jabatan dan kemampuannya.
  • perencanaan karier tidak harus dikonsentrasikan hanya pada peluang kenaikan jabatan, jika memang pada lingkungan kerja saat ini peluang tersebut sangat terbatas.


Alasan mengadakan perencanaan karir

  • Perencanaan karir merupakan fungsi kepegawaian yang relatif baru dan program-program masih jarang, kecuali dalam organisasi-organisasi yang besar atau maju. Akan tetapi keterlibatan organisasi dalam perencanaan karir makin bertambah. Banyak calon pegawai, khususnya calon-calon yang berpendidikan tinggi, menginginkan suatu karir, bukan “hanya suatu jabatan” saja.
  • Karakteristik dan kriteria pengelolaan karier dirancang berdasarkan pengembangan struktur organisasi sebab jalur karier ditentukan berdasarkan rentang struktur organisasi yang tersedia dalam organisasi.
  • Persyaratan untuk duduk pada posisi tertentu sangat ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki karyawan yang akan menduduki jabatan tersebut. Kompetensi seseorang sangat menentukan kesuksesannya dalam mencapai karier sampai ke posisi puncak dalam organisasi.

Mengapa perencanaan karir penting

  • Kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat anda merasa senang.
  • Kesempatan untuk mencapai sesuatu yang berharga.
  • Kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru, dan
  • Kesempatan untuk mengembangkan kecakapan dan kemampuan anda.

MANFAAT PERENCANAAN KARIR

  • Mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan.
  • Menurunkan perputaran karyawan.
  • Mengungkap potensi karyawan.
  • Mendorong pertumbuhan.
  • Memuaskan kebutuhan karyawan.
  • Membantu pelaksanaan rencana kegiatan yang telah disetujui.

Unsur-unsur Program Perencanaan Karir.

  • (1) Penilaian individu tentang kemampuan, minat, kebutuhan karir dan tujuan;
  • (2) Penilaian organisasi tentang kemampuan dan kesanggupan pegawai;
  • (3) Komunikasi informasi mengenai kebebasan memilih dan kesempatan karir pada organisasi; dan
  • (4) Penyuluhan karir untuk menentukan tujuan-tujuan realistik dan rencana untuk pencapaiannya.

Dalam kursus penyuluhan karir, pegawai berusaha menjawab jenis-jenis pertanyaan :

  • Kecakapan-kecakapan apakah yang sudah saya miliki, dan apakah kemungkinan-kemungkinannya untuk mengembangkan atau untuk mempelajari hal-hal yang baru?
  • Apakah sesungguhnya yang saya butuhkan untuk saya sendiri sepanjang mengenai pekerjaan?
  • Kemampuan dan kecakapan saya sekarang yang mana yang dapat saya berikan?
  • Apakah yang sesungguhnya diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan/jabatan-jabatan tertentu?
  • Latihan apakah yang diperlukan apabila saya memilih mengejar tujuan karir tertentu?

PENGEMBANGAN KARIR

  • Suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan. Bagaimanapun juga pengembangan karir masing-masing anggota dalam suatu organisasi tentunya tidak sama (bersifat unik).

PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDUAL

  • Secara individual, setiap anggota organisasi atau karyawan perusahaan harus siap mengembangkan diri dalam rangka meniti jenjang karirnya lebih lanjut. Ada enam kegiatan pengembangan karir yang dapat dilakukan masing-masing individu sebagai berikut:
  • Peningkatan PRESTASI KERJA sebagai dasar utama kegiatan pengembangan karir.
  • EXPOSURE, dalam arti berusaha untuk dikenal oleh para pengambil keputusan berkenaan dengan promosi, mutasi, dan kesempatan peningkatan karir lainnya. Tanpa exposure, karyawan yang berprestasi dengan baik mungkin tidak akan dapat mencapai sasaran-sasaran karirnya.
  • PERMINTAAN BERHENTI, atau berpindah perusahaan, apabila dirasakan terdapat kesempatan pengembangan karir di tempat lain.
  • KESETIAAN ORGANISASIONAL, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang melakukan penilaian karir berdasarkan jangka waktu kerja seorang karyawan di perusahaan tersebut.
  • MENTOR DAN SPONSOR, umumnya adalah atasan langsung, yang memberikan bimbingan karir secara informal dan memberikan kesempatan-kesempatan karir dalam bentuk promosi dan nominasi untuk suatu jabatan.
  • KESEMPATAN UNTUK TUMBUH, yang dapat dicapai melalui peningkatan kemampuan karyawan, salah satunya melalui PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

keberhasilan karir dipengaruhi oleh :

  • Pendidikan formal dan informal.
  • Pengalaman kerja dan keterampilan.
  • Sikap atasan.
  • Prestasi dan produktivitas kerja.
  • Bobot pekerjaan.
  • Lowongan jabatan.


  • JALUR KARIR adalah pola pekerjaan berurutan yang membentuk karir seseorang.
  • Jalur karier adalah garis kemajuan yang fleksibel yang secara khusus digunakan oleh karyawan untuk melakukan perpindahan jabatan selama bekerja dengan suatu perusahaan.

Jalur karier memiliki suatu fokus secara historis pada mobilitas ke atas di dalam suatu pekerjaan tertentu.

Terdapat empat jalur karier yang biasa digunakan oleh organisasi, yaitu jalur karier tradisional, jalur karier jaringan, jalur karier lateral, dan jalur karier rangkap.

  • Jalur karier tradisional adalah suatu tipe jalur karier di mana karyawan mengalami kemajuan secara vertikal ke atas di dalam suatu organisasi dan suatu jabatan tertentu ke jabatan berikutnya.
  • Jalur karier jaringan adalah jalur karier yang meliputi urutan urutan (sekuensi) jabatan secara vertikal dan horizontal. Jalur karier ini mengakui adanya saling pertukaran pengalaman pada level tertentu dan kebutuhan pengalaman yang luas pada suatu level sebelum promosi ke level yang lebih tinggi.
  • Jalur karier lateral adalah jalur karier yang memungkinkan seseorang memperoleh revitalisasi dan menemukan tantangan baru pada jenjang posisi yang sama karena jumlah jabatan yang akan ditempati sangat terbatas. Dalam hal ini tidak ada promosi dan kenaikan upah, namun nilai seseorang menjadi lebih tinggi dengan ditempatkannya pada posisi yang lebih menantang
  • Jalur karier rangkap adalah jalur karir ganda yang diberikan kepada seseorang karena pengetahuan teknisnya sebagai penghargaan kepadanya. Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan berteknologi tinggi dan karyawan tersebut tidak masuk dalam jajaran manajemen struktural.
  • SASARAN KARIR adalah posisi di waktu yang akan datang di mana seseorang harus “berjuang” untuk mencapainya sebagai bagian dari jenjang karirnya.
  • Titik sentral yang memungkinkan seseorang meniti suatu jalur karir pada dasarnya terletak pada dua hal utama, yaitu:
  • KEMAMPUAN INTELEKTUAL.
  • KEPRIBADIAN DALAM KEPEMIMPINAN.
  • Oleh karena itu, kedua hal tersebut perlu senantiasa dibina oleh setiap karyawan perusahaan atau anggota organisasi terutama bagi karyawan yang potensial agar dapat meningkatkan jenjang karirnya.

Tingkatan karir

  • Apa yang dikehendaki atau diinginkan oleh orang-orang dari karirnya juga berbeda menurut tingkatan karir seseorang. Apa yang penting dalam tingkatan permulaan mungkin tidak penting dalam tingkatan akhir. Empat tingkatan karir yang berbeda telah ditentukan identitasnya : Karir Percobaan, Karir Pembentukan/Kemajuan, Karir Tengah dan Karir Akhir.

Characteristic of Managerial Careers in the 21st Century

  • Spesialisasi pengetahuan dasar teknis (a knowledge-based technical speciality)
  • Pengalaman bidang khusus dan Internasional (cross-functional and International experience)
  • Kompetensi di bidang kepemimpinan kolaboratif (competence in colaborative leadership)
  • Keterampilan mengelola diri sendiri (self-management skills)
  • Ciri fleksibilitas pribadi, integritas dan kejujuran

Thursday, 6 November 2008

sos 10

Tes Tengah Semester Fakultas Psikologi

Analisa Kasus Pembangunan PT Semen Gresik di Pati

Disusun oleh :

UNDIK SASONGKO

802004124/ KELAS A

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2008

A. Daftar isi

Halaman Judul…………………………………………………………………….1

A. Daftar isi…………………………………………………………………....2

B. Abstraksi…………………………………………………………………....3

C. Latar belakang……………………………………………………………..4

D. Isi…………………………………………………………………………...10

E. Kesimpulan………………………………………………………………...13

F. Daftar pustaka……………………………………………………………..15

B. Abstraksi

Pengelolaan kawasan kars di Indonesia belum mendapat perhatian yang khusus. Setiap daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas segala sumberdaya alam yang ada di dalamnya. Fenomena kars merupakan bentang alam yang memiliki keunikan, dari proses terbentuknya kawasan kars dibentuk oleh proses pelarutan batuan akibat adanya reaksi kimia batuan (CaCO3) dengan air yang melalui rongga-rongga pori atau rekahan yang membentuk fenomena alam baik di permukaan yang dinamakan dengan eksokars dan di bawah permukaan yang disebut endokars. Keunikan bentang alam kars dapat dilihat dari adanya penjajaran bukit-bukit kerucut (conical hill) dan cekungan-cekungan di antara bukit (dolena) serta gua-gua dan ornamen-ornamen yang terdapat didalamnya. Kawasan kars memiliki fungsi ekosistem yang komplek, baik secara fisik (hidrologi, topografi, tanah, air dsb), secara biotik (flora dan fauna, biota-biota gua dan keanekaragaman hayati lainnya), dan secara culture merupakan tempat interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang telah memberikan sumberdaya alam melimpah.

Kawasan kars yang sering dikenal sebagai kawasan kering dan tandus dikarenakan sifat fisiknya, dimana air terakumulasi di bawah permukaan oleh proses pelarutan yang membentuk lorong-lorong gua dan sungai-sungai bawah permukaan. Pada bagian permukaan kawasan kars berfungsi sebagai tandon penampungan air yang besar untuk menyuplai air yang ada di seluruh kawasan kars. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan kars sebenarnya bukan kawasan yang kering tetapi kawasan yang memiliki fungsi hidrologi yang berfungsi sebagai pengontrol ekosistem yang ada di kawasan ini. Kesalahan pengelolaan kawasan ini dapat berdampak bagi keberlanjutan kawasan baik untuk manusia ataupun bagi makluk hidup dan sistem fisik yang ada didalamnya. Kebijakan pemerintah merupakan payung hukum yang kuat untuk melindungi kawasan kars dari kerusakan alam. Keberlanjutan kawasan kars merupakan warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang.

C. Latar belakang

Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah yang merefleksikan otonomi daerah memberikan ruang atas kebijakan-kebijakannya dalam mengelola daerahnya baik propinsi maupun kabupaten. Dalam undang-undang ini telah memberikan hak yang sangat tinggi terhadap setiap daerah dalam mengatur kebijakan-kebijakan daerah dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan di era otonomi daerah, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya yang ada di dalam suatu daerah termasuk sumberdaya alam merupakan wewenang dari daerah untuk mengelolanya yang dilaksanakan secara adil dan selaras, hal ini perlu diperhatikan bahwa setiap kebijakan-kebijakan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan baik fisik, biotik dan sosial. Masuknya investor-investor luar ke suatu daerah memberikan tawaran yang sangat menarik bagi pemerintah daerah dalam mewujudkannya untuk mendukung program pembangunan di daerah dan dapat meningkatkan pendapatan bagi daerahnya.

Kawasan kars adalah kawasan yang harus dilindungi berdasarkan atas klasifikasinya. Secara ekologis, kawasan kars memiliki fungsi yang sangat penting baik sebagai penampung air tanah dalam jumlah besar dan sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna. Kawasan karskars, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan kawasan kars. Kegiatan pengelolaan kawasan kars meliputi inventarisasi, klasifikasi, pemanfaatan dan perlindungan serta pembinaan dan pengawasan. Hal ini secara jelas tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1456.K/20/MEM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars. Tujuan dari pengelolaan kawasan kars sebagaimana tertuang dalam Bab 2, Pasal 2 Kepmen tersebut adalah meningkatkan upaya perlindungan kawasan kars dengan cara melestarikan fungsi hidrogeologi, proses geologi, flora, fauna, nilai sejarah serta budaya yang ada didalamnya; melestarikan keunikan dan kelangkaan bentukan alam di kawasan kars, meningkatkan kehidupan masyarakat di dalam dan disekitarnya serta meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan. Departemen Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Bangda juga sudah mengeluarkan edaran kepada para Gubernur dan Bupati/Walikota yang memiliki kawasan kars untuk melakukan inventarisasi, identifikasi, klasifikasi dan pendanaan yang rincian teknis pelaksanaan berdasarkan pada Kepmen tersebut. Pedoman pengelolaan kawasan karskars. Dengan demikian, Pemerintah sangat peduli dengan pengelolaan kawasan karskars yang dimiliki agar kerusakan kawasan kars tidak semakin parah dan fungsi ekologis kawasan kars juga merupakan wilayah yang menjadi kajian para ahli karena menyimpan berbagai fenomena alam yang menarik untuk dikaji dari berbagai disiplin ilmu. Namun demikian, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kawasan kars pada umumnya masih rendah yang dibuktikan oleh adanya penambangan bahan galian golongan C di kawasan kars selain itu adanya penambangan-penambangan bukit kars yang dilakukan oleh pabrik semen sebagai bahan baku untuk pembuatan semen yang menyebabkan rusak/hilangnya sungai fungsi hidrologi yang meliputi sungai bawah tanah dan mata air, gua-gua dan flora-fauna yang terdapat di dalam dan disekitar kawasan kars. Menyadari arti penting kawasan ini bahkan sudah menjadi acuan bagi beberapa Pemerintah Daerah dalam pengelolaan kawasan dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat dengan serius mengelola kawasan dapat dipertahankan.

Rencana PT Semen Gresik untuk memperluas wilayah industrinya di kawasan Kars Kendeng dari Tuban hingga ke Pati memberikan tawaran kepada pemerintah Kabupaten Pati untuk membangun pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Perusahaan ini akan menambang batugamping di kawasan Kars Kendeng Utara. Bahan baku pabrik semen tersebut adalah batugamping/batu kapur yang berasal dari kawasan perbukitan kars di Kecamatan Sukolilo. Kegiatan penambangan ini tentunya akan mengambil dan mengeruk perbukitan kapur yang berfungsi sebagai penyimpan air alami (reservoir) dari mata air-mata air yang bermunculan di kaki perbukitan kawasan kars tersebut. Dengan hilangnya perbukitan batugamping juga akan menghilangkan fungsi alamiah sebagai daerah resapan dan penyimpan air di kawasan kars yang sangat berguna bagi masyarakat di sekitar Kawasan Kars Sukolilo Pati.

Dalam hal ini pemerintah menawarkan kepada masyarakat akan dampak pentingnya pembangunan pabrik semen di wilayah ini terutama untuk kesejahteraan masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran di suatu daerah, memajukan daerah dan meningkatkan pendapatan daerah. Sebagian besar masyarakat Sukolilo hidup sebagai petani yang sangat bergantung pada Kawasan Kars Pegunungan Kendeng Utara terutama sumberdaya air yang berasal dari perbukitan kars menjadi sumber aset kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat setempat. Adanya pro dan kontra antara masyarakat yang menerima dan yang menolak pendirian pabrik semen dan penambangan bukit kapur dapat menimbulkan konflik horizontal antar masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Kebijakan pemerintah yang mengatur perlindungan terhadap kawasan kars di Indonesiakars dari kerusakan fungsi-fungsi alamiah. Berdasarkan Kepmen No 1456.K/20/MEM/2000 kawasan kars dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi kawasan meliputi : menjadi penting untuk dipelajari dan dipahami agar dapat diimplementasikan dalam suatu kerangka kerja untuk perlindungan kawasan


1) Kawasan Kars Kelas I merupakan kawasan yang memiliki salah satu, atau lebih kriteria berikut ini :

1. Berfungsi sebagai penyimpan air bawah tanah secara tetap (permanen) dalam bentuk akuifer, sungai bawah tanah, telaga atau danau bawah tanah yang keberadaannya mencukupi fungsi umum hidrologi;

2. mempunyai gua-gua dan sungai bawah tanah aktif yang kumpulannya membentuk jaringan baik mendatar maupun tegak yang sistemnya mencukupi fungsi hidrologi dan ilmu pengetahuan;

3. gua-guanya mempunyai speleotem aktif dan atau peninggalan-peninggalan sejarah sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata dan budaya;

4. mempunyai kandungan flora dan fauna khas yang memenuhi arti dan fungsi sosial, ekonomi, budaya serta pengembangan ilmu pengetahuan.


2) Kawasan Kars Kelas II merupakan kawasan yang memiliki salah satu atau semua kriteria berikut ini :

1. berfungsi sebagai pengimbuh air bawah tanah, berupa daerah tangkapan air hujan yang mempengaruhi naik-turunnya muka air bawah tanah di kawasan kars, sehingga masih mendukung fungsi umum hidrologi;

2. mempunyai jaringan lorong-lorong bawah tanah hasil bentukan sungai dan gua yang sudah kering, mempunyai speleotem yang sudah tidak aktif atau rusak, serta sebagai tempat tinggal tetap fauna yang semuanya memberi nilai dan manfaat ekonomi.


3) Kawasan Kars Kelas III merupakan kawasan yang tidak memiliki kriteria sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2).

Dalam kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan kawasan kars telah di atur dalam pasal:

1. Di dalam Kawasan Kars Kelas I tidak boleh ada kegiatan pertambangan.

2. Di dalam Kawasan Kars Kelas I dapat dilakukan kegiatan lain, asal tidak berpotensi mengganggu proses karstifikasi, merusak bentukbentuk kars di bawah dan di atas permukaan, serta merusak fungsi kawasan kars.

3. Di dalam Kawasan Kars Kelas II dapat dilakukan kegiatan usaha pertambangan dan kegiatan lain, yaitu setelah kegiatan tersebut dilengkapi dengan studi lingkungan (Amdal atau UKL dan UPL) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Di dalam Kawasan Kars Kelas III dapat dilakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Selatan Kabupaten Pati memapar sebuah pegunungan, lebih dikenal sebagai Pegunungan Kendeng Utara. Pegunungan Kendeng Utara tersebut merupakan hamparan perbukitan batukapur yang telah mengalami proses-proses alamiah dalam batasan ruang dan waktu geologi. Produk dari dinamika bumi yang berlangsung dari masa lalu hingga saat ini telah menghasilkan suatu fenomena alam yang unik. Kita mengenalnya dengan istilah Bentang Alam Kars.

Fenomena bentang alam kars Kendeng Utara tercermin melalui banyaknya bukit-bukit kapur kerucut, munculnya mata air-mata air pada rekahan batuan, mengalirnya sungai-sungai bawah tanah dengan lorong gua sebagai koridornya. Tidak jarang juga sering ditemukan lahan yang sangat kering di permukaan saat musim kemarau pada bagian bagian bukit karena memang sungai-sungai yang mengalir di permukaan sangat jarang.

Kars pada umumnya membentuk bentang alam yang ditandai oleh terdapatnya dekokan (closed depressions) dengan berbagai ukuran dan susunan, pengasatan (drainage)kars adalah suatu sistem kejadian eksodinamik yang melibatkan air, yang mengakibatkan struktur massa batuan mudah larut, berubah secara berkesinambungan. Karstifikasi terjadi pada tubuh batuan mulai dari permukaan, yakni bagian yang bersentuhan langsung dengan atmosfer, hingga kedalaman 200 - 250 meter (Milanovic, 1992). Proses ini pada kelanjutannya menghasilkan tata lingkungan yang secara umum kompleks dengan hidrogeologi dan geomorfologi unik. Selain karena pelarutan, bentang alam seperti kars dapat terjadi oleh proses pelapukan, hasil kerja hidrolik misalnya pengikisan, pergerakan tektonik, pencairan es dan evakuasi dari batuan beku (lava). Karena proses utama pembentukannya bukan pelarutan, maka bentang alam demikian disebut pseudokarst (Gillieson, 1996). Sementara itu kars yang terbentuk oleh pelarutan disebut truekarst.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 0398 K/40/MEM/2005 tentang Penetapan Kawasan Kars Sukolilo, menetapkan Kawasan Kars Kendeng Utara yang melingkupi Kabupaten Pati hingga Kabupaten Grobogan adalah sebagai kawasan kars tetapi kawasan ini belum ditetapkan mengenai klasifikasi wilayah kars berdasarkan peraturan pemerintah dalam ”Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 1456 K/20/MEM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars”. Dalam pengelolaan sebuah kawasan kars harus melakukan sebuah pengkajian dan survey terlebih dahulu. Apabila dalam penetapannya sebuah kawasan kars memiliki kriteria sebagai kawasan kars kelas 1 (Pasal 12) maka perlindungan terhadap kawasan kars harus menjadi perhatian utama dalam menentukan keberlanjutan ekologi di dalamnya. Status ini menjadikan kawasan ini berisiko untuk dikelola secara tidak tepat asas. Pengelolaan kawasan kars yang tidak berorientasi pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan akan memunculkan risiko bencana terhadap aset-aset kehidupan dan penghidupan. Berkenaan dengan hal tersebut maka informasi tentang keberadaan dan nilai kawasan kars tersebut perlu digali dan diinformasikan ke pelbagai pihak sehingga dapat dilakukan kebijakan dan praktek pembangunan yang baik di kawasan. permukaan yang terganggu, serta gua-gua dan sistem pengasatan bawah tanah (Bambang Prastistho, 1995). Sedangkan menurut Esteban (1996)

D. Isi
Dari kasus akan pembangunan PT. SEMEN GRESIK di Pati, menunjukkan bahwa masyarakat Pati
yang merupakan warga tradisional pelestari alam dan budaya Jawa yang menamakan diri Sedulur Sikep atau anak keturunan dan pengikut Wong Samin sangat mencintai alam dan menjunjung tinggi nilai nilai kehidupan. Mereka sangat menghargai alam semesta ini, karena misalkan tanah mereka jadi dibangun pabrik semen, ekosistem kehidupan akan rusak. Di kawasan pegunungan Kendeng Utara tersebut merupakan hamparan perbukitan batukapur yang telah mengalami proses-proses alamiah dalam batasan ruang dan waktu geologi. Produk dari dinamika bumi yang berlangsung dari masa lalu hingga saat ini telah menghasilkan suatu fenomena alam yang unik. Kita mengenalnya dengan istilah Bentang Alam Kars. Disana terdapat 87 mata air yang merupakan sumber dari kehidupan, dan jika pabrik semen itu nekat dibangun, maka 48 mata air di antaranya bakal mati. Didalam budaya Sedulur Sikep sendiri sangat menghargai dan menjunjung tinggi adapt istiadat mereka. Mereka sangat mengahrgai tetua mereka. Namun perjuangan warga Sedulur Sikep untuk membatalkan pembangunan pabrik Semen Gresik tidak mudah. Karena tidak sedikit dari warga lainnya yang malah mendukung pembangunan pabrik semen tersebut. Bahkan Bupati Pati Tasiman mengatakan dirinya akan menyukseskan rencana pendirian PT Semen Gresik di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Hal itu sangat bertentang an dengan warga Sedulur Sikep yang merupakan leluhur adat istiadat di Jawa. Persepsi Bupati Pati terhadap pembangunan pabrik semen adalah sistem otonomi daerah mengharuskan seorang bupati atau wali kota untuk berupaya membangun daerah melalui inevestasi. "Apa yang bisa dilakukan untuk menambah dana pemasukan akan dilakukan, meski itu terkait dengan alam. Ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," katanya. Sementara warga Sedulur Sikep mempunyai persepsi bahwa pembangunan pabrik semen tersebut akan bisa merusak lingkungan hidup. Persepsi kedua tokoh pemerintahan dan adat tersebut terhadap pembangunan pabrik semen itu sangat dipengaruhi oleh latar belakang budaya, latar belakang pendidikan, peran dan pengalaman dalam interaksi sosial.

Sementara PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan bisa memulai produksi pabriknya di Pati tahun 2012 meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur dengan warga setempat dan aktivis lingkungan. Produksi tahun 2012 itu adalah perminatan pemerintah karena pada tahun itu diperkirakan produksi semen nasional tidak sebanding dengan kebutuhan semen nasional yang tiap tahun meningkat. Pabrik Semen Gresik di Pati berlokasi di kawasan Gunung Kendeng, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) direncanakan rampung pada akhir 2008. Studi tersebut saat ini dikerjakan tim Amdal dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Semen Gresik bakal membebaskan lahan seluas 1.430 hektar. Dari jumlah itu seluas 550 hektar (40 persen) milik Perhutani, sisanya berstatus tanah Pemkab Pati dan milik warga. Demikian ungkap Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi (Kadiv) Komunikasi PT SG, Saefudin Zuhri, kepada Detiksurabaya.com di Tuban, Selasa (23/09/2008) malam. Menurut Saefudin Zuhri, untuk kepentingan pendirian pabrik tersebut Semen Gresik Grup menginvestasikan dana sebesar US$ 340 juta. Pabrik ini diproyeksikan bakal memasang produksi terpasang sebanyak 2,5 juta per tahun.
"Konsentrasi produksi dari pabrik Pati untuk memenuhi kebutuhan semen nasional. Karena selama ini kita sudah memenuhi 45 persen kebutuhan semen nasional," kata Saefudin Zuhri. Mengenai kualitas batuan kapur di Pati yang akan dibebaskan untuk tambang bahan baku, dia menyatakan, kawasan lahan yang dimohon Semen Gresik berstatus batuan kars Kelas 2 dan Kelas 3. Kawasan ini bisa dieksploitasi asal dilengkapi studi Amdal. Sementara untuk studi batuan kars ini, tim dari Undip Semarang, mengambil lokasi di tiga wilayah kabupaten yakni di Grobogan, Purwodadi dan Pati. "Ini memang butuh waktu, sehingga studi Amdal yang dilakukan agak molor," katanya. Mereka mempunyai persepsi bahwa pembangunan pabrik semen di Pati adalah untuk memenuhi kebutuhan semen nasional yang semakin meningkat. Hal itu juga sangat mempengaruhi ekonomi Negara.

Para peneliti dari Pusat Studi Manajemen Bencana, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta menyatakan bahwa pengelolaan kawasan kars di Indonesia belum mendapat perhatian yang khusus. Setiap daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas segala sumberdaya alam yang ada di dalamnya. Fenomena kars merupakan bentang alam yang memiliki keunikan, dari proses terbentuknya kawasan kars dibentuk oleh proses pelarutan batuan akibat adanya reaksi kimia batuan (CaCO3) dengan air yang melalui rongga-rongga pori atau rekahan yang membentuk fenomena alam baik di permukaan yang dinamakan dengan eksokars dan di bawah permukaan yang disebut endokars. Keunikan bentang alam kars dapat dilihat dari adanya penjajaran bukit-bukit kerucut (conical hill) dan cekungan-cekungan di antara bukit (dolena) serta gua-gua dan ornamen-ornamen yang terdapat didalamnya. Kawasan kars memiliki fungsi ekosistem yang komplek, baik secara fisik (hidrologi, topografi, tanah, air dsb), secara biotik (flora dan fauna, biota-biota gua dan keanekaragaman hayati lainnya), dan secara culture merupakan tempat interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang telah memberikan sumberdaya alam melimpah.

Kawasan kars yang sering dikenal sebagai kawasan kering dan tandus dikarenakan sifat fisiknya, dimana air terakumulasi di bawah permukaan oleh proses pelarutan yang membentuk lorong-lorong gua dan sungai-sungai bawah permukaan. Pada bagian permukaan kawasan kars berfungsi sebagai tandon penampungan air yang besar untuk menyuplai air yang ada di seluruh kawasan kars. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan kars sebenarnya bukan kawasan yang kering tetapi kawasan yang memiliki fungsi hidrologi yang berfungsi sebagai pengontrol ekosistem yang ada di kawasan ini. Kesalahan pengelolaan kawasan ini dapat berdampak bagi keberlanjutan kawasan baik untuk manusia ataupun bagi makluk hidup dan sistem fisik yang ada didalamnya. Kebijakan pemerintah merupakan payung hukum yang kuat untuk melindungi kawasan kars dari kerusakan alam. Keberlanjutan kawasan kars merupakan warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang.

E. Kesimpulan

Perspektif Interaksionisme Simbolik

Perspektif Interaksionisme simbolik dikembangkan dari konsep interaksi sosial. Interaksi sosial menurut perpektif ini merupakan bagian yang penting dari masyarakat. Menurut Turner, ada empat asumsi dasar yang mendasari perspektif interaksionisme simbolik yaitu :

1. Manusia merupakan makhluk yang mampu menciptakan dan menggunakan simbol.

2. Manusia menggunakan simbol untuk saling berkomunikasi.

3. Manusia berkomunikasi melalui pengambilan peran (terjadi melalui role taking).

4. Masyarakat tercipta, bertahan, dan berubah berdasarkan kemampuan manusia untuk berpikir, untuk mendefinisikan, untuk melakukan renungan, dan untuk melakukan evaluasi.

Perspektif Interaksionisme simbolik melihat masyarakat sebagai kumpulan individu-individu yang berinteraksi secara tatap muka dan membentuk konsensus sosial. Perkembangan diri (kepribadian) individu berasal dari komunikasi dan interaksi sosial. Perubahan sosial bagi perspektif ini terjadi ketika tidak ada lagi konsensus bersama mengenai perilaku yang diharapkan. Perubahan itu termasuk dikembangkannya pencapaian konsensus yang baru. Perspektif ini menekankan pada konsep-konsep interpretasi, konsensus, simbol-simbol, adanya harapan-harapan bersama, dan kehidupan sosial membentuk kenyataan sosial

Para tokoh yang mengembangkan perspektif interaksionisme simbolik diantaranya adalah Georg Simmel dan Max Weber, William James, Charles Horton Cooley, John Dewey, George Herbert Mead, W.I. Thomas, Herbert Blumer, Erving Goffman, dan Peter Berger.

Sesusai dengan perspektif interaksionis simbolik dari ke empat pandangan atau persepsi dari empat tokoh tersebut kita bisa melihat dan mengetahui bahwa kita bertindak, memberi keputusan sesuai dengan persepsi dan pandangan kita. Bahkan dapat juga dilihat dari pengalaman, latar belakang dan interaksi soasial kita. Dari kasus PT. SEMEN GRESIK diatas kita dapat lihat dari persepsi masing-masing pihak. Tapi pada intinya adalah disatu sisi ada yang menolak dan di sisi lainnya mendukung pembangunan pabrik semn tersebut. Walaupun dengan berbagai macam alasan dan persepsi yang berbeda – beda. Kalau hal itu dibiarkan akan muncul konflik diantara dua belah pihak. Tapi, untuk menyatukan persepsi dari kedua belah pihak juga tidak mudah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Pusat Studi Manajemen Bencana, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta menyatakan bahwa kawasan kars memiliki fungsi ekosistem yang komplek, baik secara fisik (hidrologi, topografi, tanah, air dsb), secara biotik (flora dan fauna, biota-biota gua dan keanekaragaman hayati lainnya), dan secara culture merupakan tempat interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang telah memberikan sumberdaya alam melimpah.

Simbol ini juga dapat digunakan sebagai solusi konflik antar kedua belah pihak Namun, sebelum simbol ini digunakan sebagai solusi konflik antara kedua belah pihak, harus dilakukan dulu komunikasi antar keduanya yang efektif, sehingga mereka memiliki persepsi yang sama terhadap pembangunan pabrik semen di daerahnya.

F. Daftar pustaka

www.google.co.id.

http://pustaka.pasca.unpad.ac.id/pusakapps2/infopustaka4.php?id_pustaka2=T13470

Pengantar Sosiologi karya Wawan Hermawan

http://www.psmbupn.org/article/kajian-potensi-kawasan-kars-kendeng-utara-kabupaten-grobogan-dan-kabupaten-pati.html

http://www.psmbupn.org/article/analisa-kebijakan-pengelolaan-kawasan-kars-sukolilo.html

Tuesday, 4 November 2008

blm jadi

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Perilaku manusia dapat dipelajri melalui cara melakukan tugas di lingkungan pekerjaannya. Manusia cenderung malakukan interaksi ( hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi ) dengan pekerjaan, lingkungan kerja dan lingkungan sosialnya. Manusia sebagai tenaga kerja menjadi anggota dalam organisasinya. Sebaliknya sebagai konsumen, manusia menjadi pengguna suatu produk atau jasa dalam organisasi.

Ada dua penertian yang terkait dengan organisasi. Yang pertama, organisasi formal bertujuan mencari keuntungan yang memproduksi barang atau jasa ( industri, perdagangan, biro akuntan, biro perjalanan, perbankan dan sebagainya. Kedua, organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, badan – badan pemerintahan, lembaga pemasyarakatan dan sebagainya. ( Dalam Munandar, 2001 ), disebuah organisasi terutama pada sebuah perusahaan jasa seringkali muncul berbagai macam konflik. Konflik yang terjadi di perusahaan kebanyakkan adalah antara karyawan dengan karyawan yang lainnya. Merasa tidak cocok dengan anggota organisasi juga akan mengakibatkan konflik.

Konflik yang terjadi seringkali membuat individu merasa takut dan cenderung untuk menghindarinya. Tanpa sadar individu tersebut sering mendengar, melihat, bahkan sedang mengalami konflik itu sendiri. Konflik dapat terjadi tanpa direncanakan terlebih dahulu. Kinflik dapat muncul secara tiba – tiba dan dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan siapa saja. Dalam kesempatan ini, Soetrisno (2003)mengatakan bahwa bagi orang Indonesia, mendengar kata konflik seperti halnya mendengar sesuatu yang “ tabu “ sehingga harus dihindari.

Namun dimata orang barat, orang Indonesia adalah orang yang selalu menghindari konflik. Hidup rukun adalah hidup yang tanpa konflik. Secara empiris, orang Indonesia sering berkonflik namun jarang untuk bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Umumnya konflik – konflik ditempat kerja bukanlah hal yang istimewa, seperti adanya perbedaan pendapat yang kecil atau diskusi yang panas adalah kenyataan yang umum pada banyak lingkungan kerja. Memang konflik tersebut dapat menjadi produktif jika menghasilkan pemecahan yang kreatif. Namun jika terjadi perbedaan dan ketidaksetujuan pendapat, baik nyata maupun tidak maka dapat menimbulkan persaaan sakit bagi mereka yang telibat dalam konflik. Hal itu akan mengakibatkan stress yang berkepanjangan serta ketidakbahagiaan diantara dua belah pihak ( Waluyo, 1997 )

Sementara itu ada pernyataan yang menjelaskan bahwa konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antara nilai – niali atau tujuan – tujuan yang ingin dicapai, baik ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain ( Killman dan Thomas dalam Wijono,1993 ). Kondisi yang dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan dan bias menimbulkan ketegangan emosi dan stress yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja. Adanya sebuah konflik akan mengakibatkan individu mengalami perasaan kecewa dan tekanan jiwa ( Anaroga, 1992 )

  1. Masalah yang diteliti
  2. Tujuan Penelitian
  3. Manfaat Penelitian
    1. Secara Teoritis
    2. Secara Praktis
    3. Bagi Mahasiswa
    4. Bagi Perusahaan